Politik Putihkan TPS Kubu Jokowi Vs Prabowo di Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kampanye terbuka calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi di Pontianak, Kalimantan Barat pada Rabu, 27 Maret 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Suasana kampanye terbuka calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi di Pontianak, Kalimantan Barat pada Rabu, 27 Maret 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Busana tak lepas dimanfaatkan kubu calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi sebagai sarana kampanye dan simbol politik. Pada 2014 lalu Jokowi menggunakan baju bermotif kotak-kotak, kali ini bekas Gubernur DKI Jakarta itu mengenakan baju putih polos untuk memperoleh persepsi politik lewat penampilannya.

    Baca: Ketika Kubu Jokowi dan Prabowo Berlomba Serukan Putihkan TPS

    Tak sebatas saat berkampanye, kali ini Jokowi bahkan meminta pendukungnya ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari-H pencoblosan dengan mengenakan baju putih. "Kita ke TPS pakai baju putih, karena yang akan dicoblos bajunya putih," ujar Jokowi dalam orasinya di beberapa lokasi kampanye terbuka.

    Seperti yang disebutkan dalam buku The Politics of Dress in Asia and The Americas, busana memang kerap menjadi perwakilan simbol, identitas, dan pernyataan politik pemakainya. Disadari atau tidak, para tokoh politik dan figur tertentu menggunakan pakaiannya sebagai sarana kampanye dan pernyataan politik.

    Hal itu kiranya juga disadari oleh kubu pendukung Prabowo Subianto. Seruan putihkan TPS itu bahkan lebih awal disampaikan oleh kubu Prabowo secara terbuka dalam aksi Apel Siaga Umat untuk Pemilu Bersih, Jujur, Adil, dan Tanpa Kecurangan, yang digelar Forum Umat Islam (FUI) di depan kantor KPU, Jumat, 1 Maret 2019. Sekretaris Jenderal FUI Al Khaththath menyerukan agar pada hari-H pencoblosan massa aksi simpatisan FUI mengenakan baju putih ketika pergi ke TPS.

    Baca: Pemilu Tinggal Hitungan Hari, FUI Gencarkan Gerakan Putihkan TPS

    "Duduk-duduk saja, kita jaga TPS, kita putihkan TPS," ujar salah satu pimpinan organisasi pendukung Prabowo-Sandi tersebut dalam orasinya di atas mobil komando, di depan kantor KPU, Jumat, 1 Maret 2019.

    Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) menghadiri acara silahturahmi Aliansi Pengusaha Nasional, di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis 21 Maret 2019. Kegiatan tersebut mengangkat tema Silahturahmi 1000 Pengusaha Nasional Lintas Sektoral untuk Indonesia Menang. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Kubu Prabowo membantah bahwa seruan tersebut merupakan perintah dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi secara langsung. Namun, Sekretaris Bidang Polhukam DPP PKS, Suhud Alynuddin mengklaim bahwa warna putih lebih identik dengan partainya sedari dulu. "Yang identik dengan warna putih sejak dulu ya PKS-lah," kata Suhud kepada Tempo, Rabu, 27 Maret 2019.

    Kubu Jokowi juga meminta PKS tak asal mengklaim bahwa warna putih identik dengan partai mereka saja. "Kalau PKS mau pakai baju putih (ke TPS), ya silakan saja. Warna putih kan tidak identik dengan partai tertentu. Jadi PKS juga jangan mengklaim itu identik dengan dirinya. Kalau PKS kan ada hitamnya," ujar Ace sambil tertawa saat dihubungi Tempo pada Rabu, 27 Maret 2019.

    Ace juga membantah bahwa imbauan Jokowi agar para pendukungnya datang ke TPS mengenakan baju putih, sengaja untuk mengimbangi isu akan digelarnya gerakan subuh 212 oleh kubu Prabowo Subianto saat hari-H pencoblosan.

    Baca: Soal Seruan Putihkan TPS, KPU: Melanggar Jika Gunakan Atribut

    "Tidak ada kaitannya dengan gerakan subuh 212. Kami ya normal-normal saja menghadapi pencoblosan, hanya mengajak masyarakat untuk memakai baju putih, berhati dan pikiran yang jernih untuk memilih pemimpin yang terbaik," ujar Ace.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.