Manajemen Bantah Amien Rais Soal Misteri di Hotel Borobudur

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais saat berbincang di ruang tunggu ketika mendatangi gedung KPK, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018. Kedatangan Amien untuk meminta KPK untuk tidak tebang pilih dalam menindak dan menuntaskan sejumlah perkara. TEMPO/Imam Sukamto

    Gestur Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais saat berbincang di ruang tunggu ketika mendatangi gedung KPK, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018. Kedatangan Amien untuk meminta KPK untuk tidak tebang pilih dalam menindak dan menuntaskan sejumlah perkara. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Hotel Borobudur menjawab tudingan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang menyebut hotel tersebut menyimpan banyak misteri. Amien sebelumnya meminta agar penghitungan suara Pemilu Serentak 2019 tidak dilakukan di Hotel Borobudur, karena berpotensi menghasilkan kecurangan.

    Marketing Communications Manager Hotel Borobudur Rizki Permata Sari mengatakan menolak dengan tegas pernyataan tersebut, dengan dalih tudingan Amien tidak berdasar. "Kami menolak dengan tegas pernyataan yang tidak berdasar, dan tidak dapat dibuktikan tersebut," ujar Rizki dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tempo, Rabu 27 Maret 2019.

    Hotel Borobudur, kata Rizki bersikap terbuka mengenai setiap aktivitas dan peristiwa yang terjadi di hotel mereka. Mereka mengaku berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan demi menjaga kenyamanan dan keamanan para tamu.

    Sebelumnya Amien Rais menilai Hotel Borobudur menyimpan misteri yang dapat menghasilkan kecurangan dalam Pemilihan Umum atau Pemilu 2019. Karenya Amien meminta agar proses penghitungan suara tak dilakukan di hotel tersebut.

    Baca juga: Amien Rais Sebut Tanda Kekalahan Jokowi Makin Nyata

    “Besok perhitungan hasil pemilu jangan pernah di Hotel Borobudur. Mereka banyak jin, banyak genderuwo di sana,” ujar Amien Rais seusai menghadiri seminar bertajuk Menuju Pemilu Adil dan Berintegritas: Bongkar Carut Marut DPT, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa, 26 Maret 2019.

    Amien pun merasa heran mengapa hotel yang terletak di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat itu selalu digunakan untuk penghitungan hasil suara Pemilu. Di Pemilu kali ini ia pun menyarankan agar penghitungan suara dilakukan di Kantor KPU atau Gedung DPR.

    “Lebih baik di KPU atau di DPR. Sekali-kali jangan di Hotel Borobudur. Saya tahu di sana banyak sekali hacker dan lain-lain. Jadi kita yang sadar, jangan pernah di Borobudur,” kata Amien Rais.

    Sementara itu, komisioner KPU Viryan Azis menyebutkan, bahwa sejak tahun 2014 tabulasi suara dilakukan di Kantor KPU.

    Baca juga: Kubu Jokowi: Kami Rindu Amien Rais yang Dulu

    “Saya gak tahu apa yang dimaksud Pak Amien. Tapi rekapitulasi Pemilu nasional dilakukan di Kantor KPU,” katanya.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, pada penghitungan rekapitulasi suara Pemilu tahun 2004 dan 2009 dilakukan di Hotel Borobudur. Baru pada tahun 2014, penghitungan dilakukan di Kantor KPU.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.