Alasan KPK Latih 22 Penyelidik Menjadi Penyidik

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah di kantornya, Jakarta Selatan pada 15 November 2018. TEMPO/Andita Rahma

    Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah di kantornya, Jakarta Selatan pada 15 November 2018. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melatih 22 penyelidik untuk dijadikan penyidik. Pelatihan dilakukan untuk menambah jumlah dan kualitas penyidik di lembaga antirasuah tersebut.

    Baca: Pimpinan KPK: Yang Kami Ingin Tahu Siapa Otak Teror ke Rumah

    "Pimpinan KPK memutuskan memperkuat SDM (sumber daya manusia) di penyidikan melalui pelatihan dan penugasan sejumlah penyelidik menjadi penyidik di KPK," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Senin, 11 Februari 2019.

    Febri menuturkan peserta pelatihan ini terdiri dari 22 orang yang dulunya bekerja di Direktorat Penyelidikan. Mereka akan menjalani pendidikan selama lima pekan mulai 11 Maret-13 April 2019. Pendidikan akan dilakukan di Gedung Anti Corruption Learning Center KPK, Jakarta pada 11 Maret-11 April 2019 dan dilanjutkan di Lembang Bandung pada 11-13 April 2019.

    Febri mengatakan peserta pelatihan telah memenuhi sejumlah persyaratan, yakni kesesuaian kompetensi, tingkat jabatan, dan berpengalaman di penyelidikan minimal 2 tahun.

    Materi pelatihan yang akan diberikan meliputi hukum dan perundangan dan kemampuan investigasi. Narasumber yang akan dihadirkan dalam pelatihan berasal dari internal dan eksternal yang memiliki kompetensi di bidang hukum dan berpengalaman dalam investigasi korupsi dan kejahatan transnasional dan kejahatan serius lainnya, seperti Pencucian Uang baik dengan pelaku perorangan atau korporasi.

    "Setelah pelatihan selama lima pekan, 22 orang penyelidik ini akan dilantik menjadi penyidik," kata Febri.

    Baca juga: Suap Meikarta, Kenapa KPK Pikir-pikir Atas Vonis Billy Sindoro?

    Dia mengatakan penambahan penyidik ini penting dilakukan sebagai salah satu upaya memenuhi harapan publik agar KPK bekerja lebih keras dalam penanganan perkara korupsi dengan dukungan sumber daya manusia yang cukup. Proses pelatihan akan dimulai hari ini. Acara pembukaan pelatihan dilakukan di Gedung ACLC KPK oleh Ketua KPK, Agus Rahardjo. "Pimpinan KPK telah mengambil kebijakan sesuai aturan yang berlaku," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.