Pimpinan KPK: Yang Kami Ingin Tahu Siapa Otak Teror ke Rumah

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua KPK Agus Rahardjo, memberikan kata sambutan dalam pembukaan diskusi bertema Korupsi dan Krisis Demokrasi di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019. Diskusi kerjasama KPK dengan Transparency International Indonesia (TII) tersebut bersamaan dengan peluncuran Corruption Perception Index (CPI) atau Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia Tahun 2018.  TEMPO/Imam Sukamto

    Ketua KPK Agus Rahardjo, memberikan kata sambutan dalam pembukaan diskusi bertema Korupsi dan Krisis Demokrasi di gedung KPK, Jakarta, Selasa, 29 Januari 2019. Diskusi kerjasama KPK dengan Transparency International Indonesia (TII) tersebut bersamaan dengan peluncuran Corruption Perception Index (CPI) atau Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia Tahun 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Makassar - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, terus mendapat laporan dari Kepala Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Polri Komisaris Jenderal Idham Azis terkait teror di rumah dia. 

    Baca: Kasus Suap Bakamla, KPK Bekukan Rekening PT Merial Esa Rp 60 M

    “Setiap Jumat Kepala Bareskrim Pak Idham selalu memberikan perkembangan penyelidikannya sampai mana,” kata Agus di kampus Universitas Hasanudin Makassar, pada Rabu 6 Maret 2019.

    Menurut dia, polisi sudah menemukan beberapa indikasi pelaku teror. Namun, Agus mengatakan, "Yang ingin kami tahu siapa otak di belakang teror ini.” 

    Sebelumnya polisi menemukan kendala dalam mengidentifikasi bom molotov dan bom palsu yang ditemukan di kediaman dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yaitu Laode M Syarif dan Agus Rahardjo.

    Salah satu kesulitan yang ditemui adalah terlalu banyak sidik jari di dua barang yang dicurigai sebagai bom tersebut. Di kediaman Laode, Jalan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan, identifikasi molotov terhambat karena banyaknya sidik jari terpapar di botol molotov tersebut.

    Kendala serupa juga terjadi saat polisi berupaya mengidentifikasi sidik jari di tas berisi bom palsu di rumah Agus Rahardjo, Perum Graha Indah, Jatiasih, Bekasi.

    Selain itu pelaku teror bom molotov di rumah pimpinan Laode M. Syarif hingga kini juga belum terungkap. Awal Februari lalu, Kabareskrim juga telah memberikan perkembangan soal kasus teror yang menimpa pimpinan KPK ini.

    Simak juga: Sri Mulyani Dukung KPK Soal Integrasi LHKPN dengan SPT Pajak

    Polisi pun juga masih mencari bukti penguatan yang masih diperiksa di London, Inggris. “Kami sedang menunggu kerja-kerja kepolisian. Ya ada beberapa alat bukti, tapi saya tidak bisa sebutkan,” kata Laode.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.