Polri Targetkan Kasus Mafia Bola Tuntas 2-3 Bulan ke Depan

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (kanan) bersama penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri saat menggeledah kantor Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) di FX Office Tower, Jakarta, Rabu, 30 Januari 2019. Penggeledahan ini dilakukan terkait kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola Indonesia. TEMPO/Subekti

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono (kanan) bersama penyidik Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri saat menggeledah kantor Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) di FX Office Tower, Jakarta, Rabu, 30 Januari 2019. Penggeledahan ini dilakukan terkait kasus dugaan skandal pengaturan skor pertandingan sepak bola Indonesia. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Polri menargetkan Satuan Tugas Antimafia Sepak Bola bisa menuntaskan kasus kecurangan pengaturan skor pertandingan sepak bola dalam kurun waktu dua sampai tiga bulan ke depan. "Ya, diharapkan selesai sebelum waktu deadline enam bulan yang diberikan Pak Kapolri," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Jumat, 1 Maret 2019.

    Satgas Antimafia Bola dibentuk Markas Besar Polri pada 21 Desember 2018. Pembentukan satgas sesuai perintah Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian nomor 3678. Satgas ini dipimpin Brigadir Jenderal Hendro Pandowo dan Brigadir Jenderal Krishna Murti sebagai wakil. Pembentukan satgas dilakukan untuk merespons laporan adanya pengturan skor dalam pertandingan sepak bola tanah air.

    Menjelang tiga bulan, Satgas Antimafia Bola Polri telah menetapkan 16 tersangka. Mantan anggota Exco Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Hidayat merupakan tersangka terbaru yang diumumkan polisi di pekan ini.

    Sedangkan, ke-14 tersangka lainnya adalah Pelaksana tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono, anggota Komisi Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, pemilik klub PSMP Mojokerto Vigit Waluyo, koordinator wasit berinisial ML, bekas Komisi Wasit Priyanto alias Mbah Pri dan anaknya Anik, dan Wasit Nurul Safarid.

    Selain itu, perangkat pertandingan Persibara Banjarnegara vs PS Pasuruan, meliputi CH(wasit cadangan), DS (pengawas pertandingan), P (asisten wasit), dan MR (asisten wasit 2). Berikutnya, ada nama Muhammad Mardani alias Dani, Musmuliadi alias Mus, seorang pesuruh di PT Persija, dan Abdul Gofar, pesuruh di PSSI.

    Kini, dari 15 tersangka, baru enam tersangka yang berkasnya sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum. "Empat berkas perkara lanjutan proses penyelesaian, satu berkas lainnya juga," kata Dedi.

    Dedi menegaskan bahwa Satgas Antimafia Bola sampai saat ini belum bekerja tuntas. Satgas ini masih menyelidiki dugaan kecurangan pengaturan skor pertandingan sepak bola yang ada di liga satu, dua dan tiga.

    "Dari fakta-fakta bisa menjelaskan kenapa marak terjadi match fixing. Nanti dianalisis komprehensif baru bisa jelaskan apa saja yang menjadi benang merah di liga satu, dua, tiga karena ada pola yang sama," ucap Dedi.

    Selain itu, Satgas Antimafia Bola Polri juga mendalami adanya dugaan praktik judi bola sejak 2017 silam. Dedi menuturkan, tim penyidik akan mendalami dugaan tersebut, sebab dicurigai praktik judi bola berkaitan dengan negara lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.