Klarifikasi Ketua Masjid Kauman Soal Isu Tolak Jumatan Prabowo

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah jamaah ikuti Salat Ashar berjamaah di Masjid Agung Kauman Semarang, 9 Juni 2016. Salat Ashar berjamaah dilakukan jelang dimulainya Ngaji Semaan. TEMPO/Budi Purwanto

    Sejumlah jamaah ikuti Salat Ashar berjamaah di Masjid Agung Kauman Semarang, 9 Juni 2016. Salat Ashar berjamaah dilakukan jelang dimulainya Ngaji Semaan. TEMPO/Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta -  Ketua Masjid Agung Kauman Semarang KH Hanief Ismail membantah menolak calon presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat di masjid tersebut. "Siapa pun boleh salat di sini," kata Hanief yang dihubungi Tempo, Kamis 14 Februari 2019.

    Baca juga: Beredar Foto Salat Jumat Bareng Prabowo, Timses: Masa Kami Bikin?

    Namun Hanief mengatakan keberatan jika Masjid Kauman dijadikan tempat kampanye calon presiden. "Saya keberatan bukan menolak Pak Prabowo," ujar Hanief.

    Sebelumnya beredar kabar bahwa KH Hanief Ismail keberatan dengan rencana Prabowo salat Jumat di Masjid Agung Semarang, pada Jumat 15 Februari 2019. Hanief mengatakan kata-katanya dipelintir sehingga seakan-akan menolak Prabowo salat Jumat. "Saya keberatan dengan spanduk yang beredar bukan dengan Pak Prabowo salat di sini," ujarnya.

    Dalam pamflet yang beredar lewat jalur perpesanan WhatsApp sejak kemarin, selebaran itu bertuliskan, "Hadiri Shalat Jumat Bersama Prabowo Subianto Jumat, 15 Februari 2019 Masjid Kauman, Semarang.

    Baca juga: Ini Poin-poin Pidato Kebangsaan Pertama Prabowo

    Hanief menegaskan bahwa dirinya keberatan dengan selebaran itu. "Kok jadinya masjid seperti jadi tempat kampanye, seperti memanfaatkan masjid," ujar dia.

    Menurut Hanief, ia belum mendapat kabar lagi dari pihak Gerindra terkait rencana Prabowo salat Jumat di sana. "Tapi nanti sore, kami panggil pengurus Gerindra ke sini," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.