Temui Ma'ruf Amin, Menteri Era Habibie Jawab Kritik Infrastruktur

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tanri Abeng. TEMPO/Prima Mulia

    Tanri Abeng. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era Presiden Habibie Tanri Abeng bertandang ke kediaman calon wakil presiden nomor urut 01 Ma’ruf Amin di Jalan Situbondo 12, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Februari 2019. Tanri mengaku berbicara banyak soal konsep ekonomi dengan Ma'ruf Amin. Mulai dari membahas infrastruktur hingga Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR).

    "Banyak yang mengkritik pembangunan infrastruktur didahulukan, tapi saya kira itu merupakan kebutuhan," ujar Tanri di kediaman Ma'ruf.  Infrastruktur, kata dia, bisa menggerakkan kegiatan ekonomi.

    Baca:Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma'ruf Jemput Suara ke AS

    Menurut Tanri, jika infrastruktur sudah ada, BUMR di daerah pun bisa berkembang. BUMR, ujar Tanri, merupakan konsep yang telah lama ia susun, yakni korporatisasi dari usaha-usaha kecil menegah dan koperasi hingga berskala.

    Ia membayangkan konsep BUMR ini bisa menciptakan kerja sama antara bisnis kecil dengan industri besar. Tujuannya, bisnis kecil dapat mengakses ke pasar yang lebih besar sedangkan industri besar bisa membeli bahan baku yang lebih murah.

    Baca: Cari Dana Kampanye, Kubu Jokowi Gelar Lelang Lukisan

    Ma'ruf Amin menilai konsep Tanri Abeng ini sama dengan konsep ekonomi yang selama ini ia gaungkan, hanya saja berbeda nama. “Kalau saya menamakannya Arus Baru Ekonomi Indonesia, ini supaya menghilangkan disparitas-disparitas menkolaborasi yang kecil dan besar,” ujar Ma’ruf.

    Ma'ruf berharap, konsep ekonomi ini nantinya bisa berkembang pada pemerintahan mendatang, untuk memperkecil disparitas. "Siapa pun yang berkuasa nanti, ide ini sudah pas betul dan kita harapkan ini menjadi program pemerintah ke depan," ujar Ma'ruf Amin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.