Menemui Tuna Netra, JK Kagum terhadap Penghafal Al Quran Ini

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan hafiz difabel netra, Fahrul Amin, 12 tahun, di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Ahad, 10 Februari 2019. Tempo/Egi Adyatama

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kunjungan hafiz difabel netra, Fahrul Amin, 12 tahun, di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Ahad, 10 Februari 2019. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Suara lantunan ayat Al-Quran terdengar dari kediaman dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla, di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Ahad pagi, 10 Februari 2019. Lantunan ayat itu berasal dari Fahrul Amin, remaja berusia 12 tahun asal Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

    Fahrul, tuna netra, adalah hafiz atau penghapal Al-Quran. Capaian ini pula yang membuat Fahrul diundang ke rumah JK.

    Baca: Jusuf Kalla Akui Ada Kebocoran Anggaran tapi Tak Sampai 25 Persen

    Ditemani ibu dan ayahnya, Fahrul melantunkan ayat Al-Quran sembari menunggu kedatangan JK di ruang tamu. Dengan kemeja koko warna biru dan kopiah putih, Fahrul membaca ayat suci yang ia ingat dengan lantang.

    Alunan suara Fahrul berhenti saat JK ditemani istrinya, Mufidah Jusuf Kalla turun dan menemuinya. JK pun menanyai Fahrul soal kemampuannya. "Alhamdulillah, ini berkah," kata JK kagum.

    Baca: Soal Politik, JK: Hari Ini Oposisi, Nanti Bisa Jadi ...

    JK juga menguji hapalan Fahrul. Setelah merapal surat-surat pendek Al Quran, Fahrul diminta membaca Surat Yusuf. Sempat terdiam sejenak, Fahrul kemudian dengan lancar membacakannya.

    JK menanyakan siapa guru mengaji Fahrul. "Hanya dengar saja. Pakai MP3," jawab Fahrul.

    Simak: Pengusaha Beri Gratifikasi ke Pejabat, JK ...

    Ayah Fahrul, Muhammad Amin, 48 tahun, mengatakan selama tiga tahun terakhir Fahrul memang belajar mengaji dengan metode mendengarkan ayat dari ponsel. Saat ini, Amin mengatakan Fahrul telah enam kali menamatkan Al-Quran. "Semenjak hapal, dia sekarang kalau mengaji selalu memegang Quran, meski tak bisa dia baca," kata Amin.

    Saat menguji hapalan Fahrul, JK memanggil cucu dan kemenakannya agar melihat Fahrul mengaji. "Orang ada kekurangan. Tapi kalau dia ada hidayah, dia ada kemauan , dia pasti bisa," ujar JK.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.