Luhut: Tidak Benar PKI Itu Ada, Tak Benar Ada Kriminalisasi Ulama

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan pada Selasa, 29 Januari 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan pada Selasa, 29 Januari 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan membantah segala kabar bohong atau hoaks yang beredar terkait kinerja pemerintah Jokowi selama masa kampanye Pemilu 2019. Ia mengimbau masyarakat agar tak terbawa oleh segala berita bohong yang ada.

    Baca juga: Luhut Pandjaitan Soroti Isu Laut di Forum Ekonomi Dunia 2019

    "Saya ingatkan jangan terbawa oleh berita palsu atau fake news. Pemerintah akan selalu menyampaikan berita yang benar dengan data yang benar," kata Luhut di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan, pada Selasa, 29 Januari 2019.

    Luhut pun kembali menegaskan bahwa info bahwa Indonesia akan runtuh itu tidak benar selagi TNI-Polri bersinergi. "Tidak benar juga bahwa Indonesia punya utang yang berlebihan. Tidak benar juga PKI ada. Tidak benar juga ada kriminalisasi ulama," ucap dia.

    Luhut hadir dalam Rapat Pimpinan TNI-Polri 2019. Ia turut memberikan masukan mengenai pengamanan Pemilu yang akan digelar pada April mendatang. Selain Luhut, turut hadir Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

    Baca juga: Luhut Sebut Buruh Asal Cina di Morowali Hanya 3.000-an Orang

    Luhut pun menyatakan kehadirannya dalam rapat ini, yang notabane tak berkaitan dengan tugas kementeriannya, untuk nenyampaikan prestasi pemerintah secara terintegrasi. Selain itu, dia juga mengimbau seluruh anggota TNI-Polri akan bahaya beredarnya berita bohong.

    "Jadi kita memberikan penjelasan secara berjenjang supaya rakyat jangan dibodohi oleh orang-orang yang latar belakangnya tidak jelas dan punya ambisi tidak jelas juga," ucap Luhut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.