Saat Said Aqil Sebut Imam Masjid dan Menteri Agama Harus dari NU

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum LPOI Said Aqil Siradj  bersama para pengurus LPOI tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019. ANTARA

    Ketua Umum LPOI Said Aqil Siradj bersama para pengurus LPOI tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nadlatul Ulama Said Aqil Siradj mengatakan kader NU harus menang dalam Pemilihan Umum 2019, agar organisasi ini memiliki peran lebih besar dalam politik tanah air.

    Baca juga: Cucu Pendiri NU Janjikan 60 Persen Suara untuk Prabowo - Sandiaga

    "Maka 2019 NU harus menang, agar NU sebagai organisasi berperan dalam politik," ujar Said Aqil dalam Harlah Muslimat NU di Gelora Bung Karno, Ahad 27 Januari 2019.

    Hal tersebut kata Said seperti yang telah dianjurkan dalam Al Quran, bahwa organisasi harus memiliki peran dalam politik.

    Said mengatakan dalam Al Quran Nabi diperintah untuk membentuk organisasi atau umat yang harus bisa mengambil peran di tengah masyarakat, dan berkulaitas.

    "Peran agama harus kita pegang, imam masjid, khatib, KUA KUA, Menteri Agama harus dari NU, kalau dipegang selain NU salah semua," kata Said Aqil

    Said mengatakan, peran lainnya seperti dalam ekonomi dan kesejahteraan dengan membentuk koperasi bagi Muslimat NU.

    "Peran ekonomi, kesejahteraan, sosial, dengan membuat koperasi-koperasi," katanya ke peserta Harlah.

    Baca juga: Tim Jokowi Beberkan Penyebab Lebih Banyak Didukung Kalangan NU

    Selain itu kata Said Aqil, Al Quran juga memerintah Nabi untuk membentuk organisasi yang berperan dalam akhlak, budaya, dan peradaban, seperti menjaga dan meningatkan keluarga dan lingkungan sekitar agar menjauhi paham atau tindakan radikal. "Sebarkan akhlak, jaga keluarga kita dari terpovokasi dari tindakan tindakan radikal," ujarnya.

    Termasuk juga, lanjut Said dengan menjaga toleransi antar beragama, suku yang berbeda beda. Hal ini menurut dia dalam rangka majaga kesatuan dan keutuhan NKRI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.