Kirim Undangan ke JK, Said Aqil Sebut NU Siap Kawal Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum PBNU Said Aqil Siroj (tengah) bersama Sekjen Helmy Faishal Zaini (kanan) dan Ketua Bidang Hukum Robikin Emhas dalam Muhasabah 2017 dan Resolusi Kebangsaan Tahun 2018  di Kantor PBNU, Jakarta, 3 Januari 2018. Muhasabah Kebangsaan Doa, Harapan dan Optimisme di Tahun 2018 tersebut membahas kondisi bangsa sepanjang tahun 2017. ANTARA

    Ketum PBNU Said Aqil Siroj (tengah) bersama Sekjen Helmy Faishal Zaini (kanan) dan Ketua Bidang Hukum Robikin Emhas dalam Muhasabah 2017 dan Resolusi Kebangsaan Tahun 2018 di Kantor PBNU, Jakarta, 3 Januari 2018. Muhasabah Kebangsaan Doa, Harapan dan Optimisme di Tahun 2018 tersebut membahas kondisi bangsa sepanjang tahun 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj bersama pimpinan PBNU menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di kantor wakil presiden, Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019. Said Aqil mengatakan bahwa kunjungannya itu untuk menyampaikan undangan.

    Baca juga: Cucu Pendiri NU Janjikan 60 Persen Suara untuk Prabowo - Sandiaga

    "Kami akan mengadakan musyawarah nasional provinsi tanggal 27 Februari di Banjar Patroman, Ciamis, Jawa Barat," kata Said Aqil.

    Ia mengatakan, acara itu nantinya akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan ditutup oleh JK pada 1 Maret 2019. Ada sejumlah hal yang akan dibahas dalam munas tersebut, di antaranya isu global seperti sampah plastik, revolusi industri 4.0, ekonomi kerakyatan, dan RUU Pesantren.

    Rencananya, kata Said Aqil, munas tersebut dihadiri para kiai struktual NU dan 10 ribu kiai kampung yang merupakan struktural atau kiai kultural.

    Selain menyampaikan undangan, Said Aqil menuturkan juga sempat bertukar pikir dengan JK mengenai pemilihan umum 2019. Menurut dia, kaum Nadliyin dan ulama NU siap mengawal pemilu dan pilpres dengan damai dan aman, misalnya memberikan peringatan agar tak terpengaruh oleh berita bohong dan adu domba.

    Baca juga: Tim Jokowi Beberkan Penyebab Lebih Banyak Didukung Kalangan NU

    "Itu di Al-Quran sudah ada, 15 abad lalu di surat al-Qalam itu, hoaks, ujaran kebencian, adu domba. Jadi Al-Quran sudah warning untuk era sekarang," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.