Buya Syafii dan Mahfud MD Sebut Golput Merugikan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahfud MD saat memberi materi diskusi di acara Indonesia Diaspora Network United di Melbroune, Australia, Rabu, 28 November 2018. Foto:Istimewa

    Mahfud MD saat memberi materi diskusi di acara Indonesia Diaspora Network United di Melbroune, Australia, Rabu, 28 November 2018. Foto:Istimewa

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafii dan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud mengajak masyarakat tidak golput dalam Pemilihan Presiden 2019 karena merugikan.

    Baca: Timses Jokowi Tengarai Golput Kebanyakan dari Kelompok Milenial

    Menurut Buya Syafii, bila semakin banyak orang golput, maka pilar demokrasi menjadi semakin jelek. Golput berbahaya untuk legitimasi parlemen dan eksekutif.

    “Kalau mau menegakkan demokrasi yang sehat ya tidak golput,” kata Buya seusai seminar internasional bertema Islam Indonesia di Pentas Global: Inspirasi Damai Nusantara untuk Dunia di Balai Senat UGM, Jumat, 25 Januari 2019.

    Mahfud menilai golput dalam pilpres sebagai tindakan yang merugikan calon pemilih. “Dia memilih atau tidak memilih pemimpin harus lahir. Secara elektoral golput merugikan dia,” kata Mahfud. 

    Sebagai bentuk ekspresi kekecewaan, kata Mahfud golput boleh-boleh saja dan tidak melanggar hukum. Tidak boleh ada paksaan orang memilih atau tidak memilih dalam pemilu. Tapi, dalam rasionalitas politik golput itu merugikan.

    Ihwal kekecewaan masyarakat terhadap masih banyaknya pelanggaran Hak Asasi Manusia sehingga memilih golput, Mahfud melihat sah-sah saja sebagai bentuk penilaian masyarakat.

    Simak juga: Perbedaan Golput 2019 dengan Jaman Orba, Menurut Ariel Heryanto

    Mahfud juga menyatakan kekecewaannya terhadap penyelesaian berbagai persoalan HAM dan hukum. Tapi, Mahfud menegaskan akan menggunakan haknya untuk memilih yang terbaik dari calon yang tersedia. "Saya mengajak orang tidak golput karena itu hadiah konstitusi,” kata Mahfud.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Konsumsi Daging Secara Global, Australia Paling Banyak

    Menurut Data Food and Agriculture Organization of the United Nation, rata-rata orang Australia mengkonsumsi 116 kg daging selama setahun.