Jokowi Dikritik Beli Sabun Cuci Rp 2 Miliar, JK: Masa Pemilu

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) bersama Ketua Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi menyaksikan siaran langsung Debat Pertama Capres & Cawapres 2019 di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengadakan nonton bareng debat pertama di rumah dinasnya. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) bersama Ketua Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi menyaksikan siaran langsung Debat Pertama Capres & Cawapres 2019 di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengadakan nonton bareng debat pertama di rumah dinasnya. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta-Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai kritikan terhadap calon presiden inkumben Joko Widodo yang membeli sabun cuci hingga Rp 2 miliar karena sedang masa pemilu. "Pemilu itu hidup dengan kritik. Kalau kampanye tidak ada kritiknya itu bukan masa pemilu," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019.

    Menurut JK sebaiknya kritikan itu diterima saja dan dijawab. Sejumlah tokoh sebelumnya mengkritik Jokowi yang memesan 100 ribu sabun cuci seharga Rp 2 miliar. Salah satunya adalah Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah. Fahri mempertanyakan sumber uang yang digunakan Jokowi saat memborong sabun cuci tersebut. "Saya tidak tahu itu," kata JK menanggapi pertanyaan itu.

    Baca: Jokowi Beli Sabun Cuci, Ngabalin: Masa Presiden Gak Punya Rp 2 M

    Jokowi membeli sabun cuci sebanyak 100 ribu botol dalam acara penyerahan bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) di Gedung Serbaguna Mandala, Kabupaten Garut, Jawa Barat, 19 Januari 2019.

    Jokowi memesannya dari Liliawati yang memproduksi sabun cuci piring dan sabun cuci pakaian bersama Kelompok Usaha Bersama Padawangi binaan PKH di Desa Padahurip, Banjarwangi, Garut, sejak dua bulan silam. Liliawati belajar membuat sabun dari video tutorial di internet.

    Setiap botol yang diproduksinya dihargai Rp 20 ribu per botol dengan volume 1.000 mililiter. Liliawati menjanjikan bisa memenuhi order Jokowi pada akhir Februari 2019. JK menilai kritikan terhadap Jokowi soal itu karena terkait pemilu.

    Simak: Jokowi Beli Sabun Cuci Rp 2 Miliar, Seskab: Uang dari TKN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.