JK: Masjid Harus Dukung Umat Terjun ke Dunia Usaha

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) bersama Ketua Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi menyaksikan siaran langsung Debat Pertama Capres & Cawapres 2019 di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengadakan nonton bareng debat pertama di rumah dinasnya. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) bersama Ketua Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi menyaksikan siaran langsung Debat Pertama Capres & Cawapres 2019 di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis 17 Januari 2019. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengadakan nonton bareng debat pertama di rumah dinasnya. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menyebutkan satu kekurangan umat Islam di Indonesia adalah soal dunia usaha.  Sebab kurangnya orang yang mendorong terjun menjadi pengusaha.

    Baca juga: Masjid Terkena Radikalisme, Jusuf Kalla Usul Kurikulum Penceramah

    “Cuma satu kekurangannya dunia usaha, artinya masjid harus mendorong masyarakat terjun ke dunia usaha,” ucap JK  saat menghadiri Pembukaan Musyawarah Besar ke VII  Ikatan Mesjid Musala Indonesia Muthahidah (IMMIM) di Makassar, Sabtu sore 19 Januari 2019.

    Saat ini ia mengatakan peran pemerintah paling banyak urusan haji dan madrasah saja. Sedangkan soal bimbingan agama masyarakat yang melakukannya. “Sering saya katakan kalau ada 100 orang kaya maksimum 10 orang Islam. Tapi 100 orang miskin, 90 persen orang islam,” tutur JK. Perlu pendidikan yang mumpuni dan masjid harus mendorong masyarakat untuk terjun ke dunia usaha.

    Menurut JK, dorongan terjun ke dunia usaha bisa disampaikan ketika ada acara. Misalnya ada acara pernikahan, ustad jangan hanya menyampaikan nikah itu sunnah Rasulullah. Tetapi mereka lupa jika Rasulullah sebelum nikah menjadi pengusaha. “Harusnya ustad juga menyampaikan menjadi pengusaha itu juga sunnah Rasulullah,” kata Jusuf Kalla.

    JK juga mencontohkan pendiri pesantren IMMIM, Fadli Luran seorang pengusaha asal Kabupaten Enrekang. Oleh sebab itu dunia usaha harus didorong. Akan tetapi ia tak memungkiri juga membutuhkan pegawai negeri.

    Baca juga: Wapres Jusuf Kalla Undang Sejumlah Petinggi Ormas Islam

    Fungsi masjid kata JK harus dimaksimalkan. Selama ini menurut dia masih ada yang dibutuhkan misalnya terkait pendidikan. Masjid 80 persen orang datang untuk mendengar dan 20 persen beribadah. Sehingga antar dunia dan akhirat harus dijalankan sebaik-baiknya. “Kenapa tidak ada korupsi masjid? karena tiap Jumat diumumkan sumbangannya,” tuturnya.

    Menurut JK, pengurus masjid juga hanya jangan urusi masjid saja tapi mengembangkan masyrakat. Di Madinah zaman Rasulullah masjid dijadikan sebagai tempat berunding dan musyawarah. “Jadi intinya, masjid harus dimakmurkan dan memakmurkan.”

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.