Ma'ruf Amin Bakal Bicara Terorisme dan Islam Saat Debat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bogor sekaligus Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya ikut mendampingi kunjungan Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Matuf Amin saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al Ghazaly, Bogor, Sabtu, 5 Januari 2019. Dok.istimewa

    Wali Kota Bogor sekaligus Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya ikut mendampingi kunjungan Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Matuf Amin saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al Ghazaly, Bogor, Sabtu, 5 Januari 2019. Dok.istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin akan menjawab pertanyaan debat soal terorisme. Penasehat hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra, menyampaikan bahwa pasangan ini menekankan menghadapi terorisme bukan berarti pemerintah memusuhi Islam.

    Simak: Debat Capres Perdana, Ma'ruf Amin Tetap Pakai Sarung

    Menurut Yusril, Ma'ruf akan banyak menjawab isu ini lantaran terorisme kebanyakan disangkutpautkan dengan Islam.

    "Jadi lebih tepat pak Ma'ruf yang menjawab lengkap dengan ayat-ayat Alquran-nya dibacakan sekaligus," kata Yusril di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu malam, 16 Januari 2019.

    Yusril melanjutkan, Ma'ruf Amin ingin meluruskan pemahaman mengenai Islam. Tujuannya agar masyarakat lebih damai, toleran, dan bersahabat satu dengan lainnya. Masih soal terorisme, Yusril melanjutkan, Jokowi juga sedang mengamandemen Undang-Undang Terorisme yang dibuat pada 2002 lalu.

    Baca juga: Debat Capres Tiga Hari Lagi, Ini Persoalan Mendesak Ma'ruf Amin

    Isu terorisme masuk dalam materi debat pertama pasangan calon presiden dan wakil presiden. Debat akan berlangsung di Hotel Bidakara malam ini, 17 Januari 2019. Isu lain yang disinggung dalam debat seputar hukum dan HAM, serta korupsi. Debat dibagi menjadi enam segmen dengan durasi 90 menit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?