Relawan Bupati Temanggung Akui Dapat Rp 3 Miliar dari Eni Saragih

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa perkara suap proyek PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih saat akan menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa, 11 Desember 2018. TEMPO/M Rosseno Aji

    Terdakwa perkara suap proyek PLTU Riau-1 Eni Maulani Saragih saat akan menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa, 11 Desember 2018. TEMPO/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau Eni Saragih disebut pernah memberikan uang Rp 3 miliar kepada relawan pemenangan Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq yang merupakan suaminya.

    Baca juga: Saksi Sidang Suap Eni Saragih Sebut Mekeng Fasilitasi Pertemuan

    Uang tersebut diterima oleh dua kordinator relawan Machbub dan Jumadi yang dihadirkan oleh jaksa KPK sebagai saksi dalam lanjutan persidangan Eni Saragih.

    "Saya pernah terima Rp 1,3 miliar dari Bu Eni," kata Machbub saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Selasa 8 Januari 2019.

    Machbub menyebutkan uang tersebut diserahkan melalui orang suruhan Eni yang bernama Hakim. Menurut Machbub uang tersebut merupakan uang pengganti operasional bagi relawan di sejumlah kecamatan.

    Hal yang sama juga disampaikan oleh Jumadi, dia menyebutkan jika menerima uang Rp 1,7 miliar dari Hakim sebagai uang pengganti operasional relawan dalam pemilihan Bupati Temanggung 2018. "Saya terima Rp 1,7 miliar untuk 3000 tim relawan," ujarnya.

    Dalam perkara ini, KPK mendakwa Eni selaku pimpinan Komisi Energi DPR menerima suap Rp 4,75 miliar dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo. KPK mendakwa suap itu diberikan untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama proyek pembangunan PLTU Riau-1.

    Baca juga: Mekeng Diduga Kerap Terima Laporan Soal Proyek PLTU Riau-1

    KPK menduga uang tersebut dipakai Eni Saragih untuk mengongkosi kampanye pilkada suaminya. Khadziq berpasangan dengan Heri Ibnu Wibowo terpilih sebagai Bupati Temanggung dalam pilkada Temanggung pada Juni lalu.

    Selain itu, Eni juga didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 5,6 miliar dan SGD 40 ribu dari sejumlah direktur perusahaan di bidang minyak dan gas. Setidaknya ada tiga pengusaha yang memberikan uang kepada Eni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.