Jalan Gubeng Ambles Rata Diuruk, Risma: Setelah Kuat Kami Aspal

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kedua kiri) mengkoordinasi jalannya pengurukan tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Kamis, 20 Desember 2018. Risma tetap menyempatkan diri memantau meski berada di atas kursi roda. ANTARA/Didik Suhartono

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kedua kiri) mengkoordinasi jalannya pengurukan tanah ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Kamis, 20 Desember 2018. Risma tetap menyempatkan diri memantau meski berada di atas kursi roda. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Surabaya - Pengerjaan perbaikan Jalan Gubeng ambles sedalam 20 meter dan sepanjang 50 meter hampir rampung. Lubang menganga yang ditimbun tanah selama empat hari nonstop itu telah rata kembali, Senin, 24 Desember 2018. Tahap berikutnya pekerja melakukan pemadatan tanah dan pemasangan besi pengaman sebelum Jalan Raya Gubeng Surabaya itu diaspal seperti semula.

    Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan setelah tiga hari pengerjaan pengurukan tanah selesai, pekerja fokus pada proses pemadatan menggunakan alat berat. Setelah padat, kata Risma, dilanjutkan pemasangan besi SSP (Steel Seet Pile) untuk mencegah agar jalan yang ambles itu tidak longsor dan kuat  dilalui kendaraan.

    Baca: Petaka Amblesnya Jalan Gubeng

    “Jadi hari ini kita lakukan pemadatan (tanah). Pengurukan udah selesai, kita sirami supaya padat,” ujar Risma di sela memantau perbaikan jalan Gubeng ambles dalam keterangan persnya.

    Besok atau lusa, kata Risma, diteruskan dengan memasang kerikil untuk penguat pondasi jalan. Sebab, Jalan Raya Gubeng merupakan jalan nasional, sehingga pondasinya harus benar-benar kuat. “Mungkin besok atau lusa kita bisa mulai pasang kerikil untuk pondasi jalan itu, terus kita aspal. Sebetulnya ini kan  jalan nasional, jadi bebannya itu truknya gede, busnya juga gede,” ujarnya.

    Risma juga minta kepada jajarannya agar sisi sebelah barat yang terkena longsor diperkuat dengan beton cor. Sebab, ia khawatir kalau hanya dipasang besi pengaman tanpa beton cor, tanah bisa sleding dan menyebabkan kembali longsor. “Karena itu, saya tadi minta nambah penguatan sisi barat yang terkena longsor itu, kita pasang beton penguat,” tuturnya.

    Simak: Jalan Gubeng Ambles, Polisi Periksa 34 Orang Saksi

    Risma berharap recovery Jalan Raya Gubeng bisa rampung dalam  waktu tujuh hari. “Mudah-mudahan waktunya nututi (ngejar), kita juga coba minta bantuan untuk pembatasan (perizinan) tonase dulu. Karena ini kan bulan natal dan tahun baru, kita takutnya besi pengamannya ndak bisa pesen,” ujar dia.

    Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya M. Fikser berujar pengerjaan perbaikan Jalan Gubeng ambles memasuki hari keempat. Untuk menimbun jalan yang sebelumnya berlubang, telah menghabiskan pasir batu (sirtu) sebanyak 20 ribu meter kubik dari seribu dump truck. "Saat ini memasuki tahap pemadatan. Ibu Wali Kota kan janji rampung tujuh hari, kita upayakan bekerja secara maksimal," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.