Jalan Gubeng Ambles, Polisi Periksa 34 Orang Saksi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial proses pengurukan di lokasi jalan ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Kamis, 20 Desember 2018. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya mulai menguruk jalan ambles yang terjadi pada Selasa (18/12) malam itu dengan pasir tanah dan batu menggunakan dua alat berat. ANTARA/Didik Suhartono

    Foto aerial proses pengurukan di lokasi jalan ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Kamis, 20 Desember 2018. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya mulai menguruk jalan ambles yang terjadi pada Selasa (18/12) malam itu dengan pasir tanah dan batu menggunakan dua alat berat. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim penyidik Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya dan Kepolisian Daerah Jawa Timur telah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pekerja konstruksi pembangunan lahan parkir bawah tanah Rumah Sakit Siloam, yang menyebabkan Jalan Gubeng ambles.

    "Sampai saat ini oleh tim yang telah dibentuk Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya telah meminta keterangan 34 orang saksi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Jumat, 21 Desember 2018.

    Baca: Kontraktor RS Siloam Siap Tanggung Jawab Jalan Gubeng Ambles

    Dedi mengatakan sudah puluhan saksi yang diperiksa, antara lain pekerja, pimpinan proyek, mandor, saksi ahli geologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), ahli kontruksi dan ahli bangunan. Selain itu, kata Dedi, uji Laboratorium Forensik telah dilakukan untuk menganalisis penyebab amblesnya jalan tersebut.

    Baca: Ahli Geologi Diundang untuk Pastikan Penyebab Jalan Gubeng Ambles

    Dari keterangan 34 saksi itu, Dedi mengatakan tim penyidik akan mencari apakah amblesnya Jalan Gubeng ada unsur kesengajaan atau kelalaian. Sebab, menurut dia, jika terbukti adanya unsur kesengajaan, hal itu akan dimasukan dalam sebuah tindak pidana. Namun jika terbukti sebagai unsur kelalaian, sanksi yang dikenakan akan disesuaikan berdasarkan sejauh mana kelalaian itu.

    Dedi menyatakan, sampai saat ini daerah di sekitar lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng masih dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan petugas kontruksi, serta tidak diperbolehkan adanya aktivitas. "Terus dijaga 24 jam oleh pihak kepolisian dan pekerja kontruksi bangunan tersebut," kata Dedi.

    Baca: Jalan Gubeng Ambles, Kontraktor PT NKE Mengaku Bertanggung Jawab


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.