Demokrat Sebut Wiranto Sepelekan Masalah Perusakan Atribut Partai

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan menjelaskan kepada awak media ikhwal rencana Demokrat dalam pemilu 2019 di rumah Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kuningan, Jakarta, pada Selasa, 10 Juli 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan menjelaskan kepada awak media ikhwal rencana Demokrat dalam pemilu 2019 di rumah Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kuningan, Jakarta, pada Selasa, 10 Juli 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, mengatakan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto tentang perusakan bendera Demokrat di Pekanbaru terlalu cepat, mengkerdilkan, dan menyepelekan persoalan. Padahal, kata Hinca, kenyataan tentang perusakan bendera yang ia temui di lapangan tak seperti pernyataan Wiranto.

    Baca: Tak Dipercaya SBY, Wiranto: Saya Tidak Sembarang Bicara

    "Saya sendiri yang paling tahu apa yang terjadi di Pekanbaru," kata Hinca di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa, 18 Desember 2018.

    Menkopolhukam Wiranto sebelumnya mengatakan bahwa pelaku perusakan atribut partai di Pekanbaru itu adalah anggota partai Demokrat dan PDI-P. Menurut dia, pelaku perusakan bendera beraksi atas inisiatif sendiri tanpa ada perintah siapapun.

    "Kapolri sudah cepat sekali menindak itu, ternyata dari oknum tertentu, baik dari PDI-P maupun Demokrat. Ada oknum itu, sudah ditangkap, dan mereka tidak atas perintah, tidak atas kebijakan pimpinan partai politik," kata Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin, 17 Desember 2018.

    Menurut Hinca, pihaknya lebih mengetahui apa yang terjadi di Pekanbaru. Ia mengisahkan saat ia bersama beberapa orang dari partai Demokrat berkeliling di Pekanbaru sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, atribut-atribut partai Demokrat di kota itu masih dalam keadaan bagus dan lengkap.

    "Tapi satu jam kemudian, sudah rata itu semua. Dan jangan kira yang dirusak itu satu-dua begitu. Itu ribuan bendera dan ratusan baliho-baliho. Baik dirusak sebagian, gambarnya dirobek-robek atau dicutter begitu maupun kerangkanya dipatahin kemudian dibuang begitu rupa," ujar Hinca.

    Hinca juga mengisahkan saat ia dan timnya yang dinamakan 'tim rajawali' melaksanakan apa yang ia sebut sebagai 'OTT' atau Operasi Tangkap Tangan terhadap salah seorang pelaku pengrusakan bendera. Dari pelaku itu, Hinca mengatakan pihaknya telah mendapat cukup data dan fakta untuk membuat pelaporan ke Polda Riau.

    Baca juga: Sikapi Wiranto Soal Perusakan Bendera, Demokrat Rapat Darurat

    "Perlu penjelasan yang detail dari pemerintah, terutama Polda Riau. Jadi tidak bilang 'sudah selesai ini, cukup ini saja, ini saja', saya kira tidak demikian," kata Hinca dalam konferensi pers perusakan atribut Demokrat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.