Tak Dipercaya SBY, Wiranto: Saya Tidak Sembarang Bicara

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Wiranto (kanan) bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kiri) menjadi pembicara dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kantor Kemensetneg, Jakarta, Kamis 25 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Menko Polhukam Wiranto (kanan) bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kiri) menjadi pembicara dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kantor Kemensetneg, Jakarta, Kamis 25 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan tidak asal bicara soal pelaku perusakan baliho Partai Demokrat di Riau. Dalam konfernsi pers di Kemenko Polhukam, kemarin, Wiranto yang didamping Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyampaikan jika dalang perusakan alat peraga kampanye Partai Demokrat dan PDIP di Riau adalah anggota dua partai tersebut.

    Baca: Polda Riau Bantah Terlibat Perusakan Baliho SBY dan Demokrat

    Belakangan SBY menyatakan tidak sependapat dengan Wiranto. Lewat akun Twitternya, SBY berkicau jika hasil investigasi partainya menunjukkan hasil yang berbeda dari pernyataan Wiranto. Menurut SBY, PDIP dan Partai Demokrat bukanlah dalang dan inisiator dari kasus perusakan tersebut.

    "Saya sebagai Menko Polhukam tentu tidak sembarangan bicara tapi berdasarkan laporan-laporan hasil penyelidikan aparat kepolisian di lapangan," katanya di Ruang Nakula, Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2018.

    Wiranto menerima jika Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak sependapat dengannya. Ia menyatakan bersedia bertemu dengan Presiden Indonesia ke-6 itu untuk menjelaskan kasus tersebut. "Kalau ada reaksi ya silakan, diajak ketemu juga gak apa-apa tapi itu adalah sumber resmi dari Kapolri yang sudah memerintahkan mengusut perusakan-perusakan," tuturnya.

    Menurut Wiranto, tidak perlu ada kesalahpahaman yang terjadi antara pemerintah dengan Partai Demokrat hanya karena kasus ini. Ia menjelaskan pelaku perusakan baliho menjalankan aksinya tanpa ada perintah.

    "Makanya saya katakan oknum. Oknum berarti tidak ada perintah, tidak ada perencanaan, yang pemikirannya sangat sederhana melaksanakan kegiatan seperti itu," ujarnya.

    Simak: Kapitra Ampera Sebut Perusak Atribut Demokrat Orang yang Fanatik

    Lewat pernyataannya itu, Wiranto ingin agar masalah perusakan baliho Demokrat ini tidak berkembang luas. Ia meminta seluruh pihak agar menyerahkan pengusutan kasus tersebut kepada kepolisian. "Biar diusut, biar dilaksanakan perkembangan yang positif. Pemilu ini bukan tempat kita untuk terpecah belah, untuk konflik," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.