Tujuh Napi Sewa Bilik Asmara yang Dikelola Fahmi Darmawansyah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Narapidana yang juga perantara suap dalam kasus korupsi di Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung, Andri Rahmat, berjalan ke luar gedung KPK, Jakarta, setelah menjalani pemeriksaan, Rabu, 17 Oktober 2018. Andri diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Fahmi Darmawansyah terkait dengan transaksi suap kepada Kalapas Sukamiskin Wahid Husen untuk pemberian fasilitas dan perizinan di Lapas Sukamiskin. TEMPO/Imam Sukamto

    Narapidana yang juga perantara suap dalam kasus korupsi di Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung, Andri Rahmat, berjalan ke luar gedung KPK, Jakarta, setelah menjalani pemeriksaan, Rabu, 17 Oktober 2018. Andri diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Fahmi Darmawansyah terkait dengan transaksi suap kepada Kalapas Sukamiskin Wahid Husen untuk pemberian fasilitas dan perizinan di Lapas Sukamiskin. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Bilik asmara yang dikelola suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah, disewakan Rp 650 ribu sekali pakai. Selain digunakan Fahmi, bilik asmara di Lapas Sukamiskin itu pernah disewa tujuh orang narapidana.

    Baca: Suami Inneke Koesherawati Sewakan Bilik Asmara Rp 650 Ribu

    "Tujuh orang yang pakai (bilik asmara). Sanusi, Suparman, Umar," kata Andri Rahmat yang menjadi saksi dalam sidang lanjutan mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein di Pengadilan Negeri Bandung pada Rabu, 12 Desember 2018.

    Andri adalah tahanan pendamping Fahmi di Lapas Sukamiskin. Fahmi yang menjadi napi kasus suap Bakamla itu merenovasi dan mengelola bekas toilet menjadi bilik asmara bersama Andri.

    Baca: Kasus Kalapas Sukamiskin, Adik Inneke Koesherawati Diperiksa Lagi

    Dari tujuh orang yang disebutkan, Andri tidak merinci nama lengkap ketujuh warga binaan yang sempat menyewa bilik asmara tersebut. Menurut Andri, sekali pakai setiap napi wajib membayar sebesar Rp 650 ribu. "Dibayar setelah beres," kata Andri.

    Renovasi bilik asmara itu seizin dari Kepala Pengamanan Lapas (KPLP) Sukamiskin Slamet Widodo. Andri mengaku fasilitas bilik asmara itu tidak ada yang istimewa. Kamar berukuran 2x3 meter persegi itu hanya memiliki fasilitas kasur spring bed dan kamar mandi kecil. "Kan ada saung Fahmi di depannya, nah itu (bilik asmara) di belakangnya," kata Andri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.