Banyak Komentar Negatif, Jokowi: Sudah Biasa Sejak Jadi Wali Kota

Presiden Jokowi menyampaikan paparan ketika menerima peserta Konferensi Mahasiswa Nasional di Istana Bogor, Jumat, 7 Desember 2018. ANTARA/Wahyu Putro A/foc.

TEMPO.CO, Bogor - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengaku sudah terbiasa mendapati adanya komentar negatif di media sosial mengenai dirinya dan keluarganya.

"Sudah biasa itu dari wali kota, gubernur, presiden," kata Jokowi dalam bincang pagi media di Grand Garden Cafe Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 8 Desember 2018.

Baca: Saran Gibran Rakabuming untuk Pengusaha yang Ingin Jadi Politikus

Jokowi mengatakan semakin besar jabatan yang diembannya, komentar negatif semakin besar. Kendati begitu, ia menilai bahwa komentar yang positif tentang dirinya juga lebih banyak.

Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, mengatakan bahwa komentar negatif selalu ada sejak ayahnya menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta hingga kini sebagai presiden dan calon presiden 2019. "Yang jelas kalau ada komentar negatif dari keluarga tidak boleh reaktif," kata dia.

Gibran juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menyebarkan hal-hal yang berbau fitnah dan menjurus hoax. Sebab, kata dia, sebuah informasi hoax yang direspons terlalu reaktif dan disebarkan akan semakin viral.

Baca: Jokowi Menakar Feeling Politik Anak dan Menantunya

Dalam beberapa kesempatan, Jokowi juga kerap menanggapi informasi yang beredar di media sosial tentang dirinya. Salah satunya adalah tudingan bahwa ia adalah anggota atau keturunan PKI, antek asing dan anti Islam.

Jokowi menceritakan bahwa ada sebuah foto dirinya berada di podium bersama Ketua PKI DN Aidit yang sedang berpidato pada 1955. Foto itu menurut Jokowi banyak tersebar di media sosial.

"Saya lihat sampai geleng-geleng. Saya lahir saja belum kok ada di podium D. N Aidit. Astaghfirullah. Ampun ya Allah. Sabar. Ini baru satu gambar. Belum gambar lain," kata Jokowi dalam acara pemberian sertifikat lahan di Lapangan Sepakbola Stadion Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 25 Oktober 2018.

Baca: Pigai Sebut Jokowi Sudah Diingatkan Potensi Konflik Trans Papua

Saat bertemu dan berdialog dengan 75 ulama dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Depok, Jokowi juga mengklarifikasi sejumlah tudingan yang ditujukan kepadanya dan pemerintah. Isu yang diklarifikasi Jokowi adalah soal banjir tenaga kerja asing (TKA).

Terkait tudingan Indonesia banjir TKA, khususnya dari Cina, Jokowi juga membantahnya. Ia menjelaskan jumlah TKA di sini tidak mencapai 1 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Angka ini jauh lebih kecil ketimbang negara-negara lain di dunia.

Menurut Jokowi, lebih tepat jika menganggap tenaga kerja Indonesia (TKI) yang membanjiri negara lain. Ia membandingkan TKA Cina di Indonesia hanya 24 ribu, sementara TKI di Cina daratan mencapai 80 ribu. "Di Hong Kong, kan Cina juga, 160 ribu, Taiwan 200 ribu, kalau ditotal 440 ribu," ujarnya.

Dengan perbandingan itu, Jokowi menampik tudingan bahwa pemerintahannya dianggap antek asing. "Karena tenaga kerja kita lebih banyak di sana justru orang di sana antek Indonesia, kalau mau dibolak-balik," kata dia.






Bicara Peta Pilpres 2024, Cak Imin Tak Mau Model Konflik Pemilu 2019 Terulang

8 jam lalu

Bicara Peta Pilpres 2024, Cak Imin Tak Mau Model Konflik Pemilu 2019 Terulang

Cak Imin mendorong agar model-model konflik di masyarakat yang sempat terjadi pada Pemilu 2019 silam tak terulang lagi.


Bakrie Group Gelar Kompetisi Startup Nasional, Besok Masuk ke Babak Final

10 jam lalu

Bakrie Group Gelar Kompetisi Startup Nasional, Besok Masuk ke Babak Final

Bakrie Group mengadakan kompetisi I-Start sebagai wadah bagi anak muda dalam mengembangkan startup


Jokowi Klaim Penyaluran BLT BBM Sudah Capai 96,6 Persen

14 jam lalu

Jokowi Klaim Penyaluran BLT BBM Sudah Capai 96,6 Persen

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, untuk BLT BBM sampai hari ini sudah 96,6 persen, sudah di 508 kabupaten dan kota.


Genap Berusia 75 Tahun, Ini Jejak Karier Luhut Binsar Pandjaitan di Militer, Politik dan Bisnis

14 jam lalu

Genap Berusia 75 Tahun, Ini Jejak Karier Luhut Binsar Pandjaitan di Militer, Politik dan Bisnis

Hari ini 28 September 2022, Luhut Binsar Pandjaitan genap berusia 75 tahun. Berikut jejak karier Menkomarinves ini di militer, politik, dan bisnis.


Wacana Duet Prabowo-Jokowi, Gerindra: Bagi Kami Ini Kehormatan

15 jam lalu

Wacana Duet Prabowo-Jokowi, Gerindra: Bagi Kami Ini Kehormatan

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyerahkan soal gugatan Sekber Prabowo-Jokowi kepada keputusan Mahkamah Konstitusi.


Jokowi Minta Penyaluran BSU Dipercepat: Saya Pantau, tapi Tidak Semua

15 jam lalu

Jokowi Minta Penyaluran BSU Dipercepat: Saya Pantau, tapi Tidak Semua

Jokowi mengatakan percepatan penyaluran BSU perlu dilakukan di daerahh-daerah yang jauh dari Ibu Kota.


Gugatan Sekber Prabowo-Jokowi, PDIP Sebut Jokowi Tidak Gila Kekuasaan

17 jam lalu

Gugatan Sekber Prabowo-Jokowi, PDIP Sebut Jokowi Tidak Gila Kekuasaan

Sekber mengajukan gugatan judicial review atas Pasal 169 huruf n UU Pemilu untuk merealisasikan agar Prabowo-Jokowi bisa maju Pilpres 2024


Kaesang Cerita Dapat Wejangan dari Lo Kheng Hong Soal Investasi Saham, Apa Saja?

17 jam lalu

Kaesang Cerita Dapat Wejangan dari Lo Kheng Hong Soal Investasi Saham, Apa Saja?

Kaesang Pangarep menceritakan pertemuannya dengan investor kawakan Lo Kheng Hong sebelum pandemi Covid-19 merebak yakni sekitar tahun 2019.


Momen Jokowi Dimarahi Siswa SMA yang Ponselnya Rusak Saat Kejar Rombongan

18 jam lalu

Momen Jokowi Dimarahi Siswa SMA yang Ponselnya Rusak Saat Kejar Rombongan

Presiden Jokowi dimarahi oleh siswa SMA di Buton Selatan bernama Sabrila. Penyebabnya, Sabrila kesal lantaran ponselnya rusak saat mengejar rombongan


Kementerian Investasi Pastikan Larangan Ekspor Timah hingga Bauksit Dilakukan Bertahap

18 jam lalu

Kementerian Investasi Pastikan Larangan Ekspor Timah hingga Bauksit Dilakukan Bertahap

Jokowi sebelumnya menegaskan pemerintah terus menjalankan larangan ekspor barang tambang mentah.