Selasa, 11 Desember 2018

9 dari 19 Jenazah Korban Penembakan Papua Sudah Teridentifikasi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban mengikuti proses serah terima jenazah korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di hanggar Avco Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Jumat, 7 Desember 2018. ANTARA

    Keluarga korban mengikuti proses serah terima jenazah korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di hanggar Avco Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Jumat, 7 Desember 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Letnan Kolonel Infanteri Dax Sianturi menyatakan sampai pukul 12.00 WIT, sudah ada 19 warga sipil yang ditemukan meninggal dunia dan 24 warga sipil yang ditemukan selamat dalam insiden penyerangan yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua.

    "Dari 19 korban yang meninggal, sembilan jenazah sudah teridentifikasi dan diserahkan kepada PT Istaka Karya. Tujuh jenazah sedang dalam proses otopsi, dan tiga belum ditemukan," kata Dax melalui pesan singkat, Jumat, 7 Desember 2018.

    Baca: Keluarga Korban di Papua Tolak Santunan Istaka Karya Rp 24 Juta

    Kesembilan jenazah yang sudah teridentifikasi itu adalah Agustinus T, Jepry Simaremare, Carly Zatrino, Alpianus, Muh. Agus, Fais Syahputra, Yousafat, Aris Usi dan Yusran. Seluruhnya telah dipastikan merupakan karyawan PT Istaka Karya. Sedangkan untuk proses identifikasi dan otopsi, kata Dax, akan dilakukan di Rumah Sakit Charitas Timika.

    Adapun korban dari personel gabungan TNI-Polri tercatat ada tiga orang. Satu orang anggota TNI bernama Serda Handoko meninggal. Sedangkan dua lainnya, satu anggota TNI Pratu Sugeng dan satu anggota Polri, Bharatu Wayu, mengalami luka tembak.

    Sebelumnya, puluhan orang pekerja proyek jalan Trans Papua yang sedang bekerja membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Nduga, Papua, dibunuh kelompok bersenjata TPNPB pada Senin malam, 3 Desember 2018. Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom mengatakan penyerangan itu dipimpin Egianus Kogoya sebagai Panglima Komando Daerah Operasi III TPNPB.

    Baca: Alasan Kapendam Cenderawasih Undang Sebby Sambom OPM ke Timika

    Sebby pun membenarkan bahwa kelompoknya, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM), bertanggung jawab atas pembunuhan pekerja proyek di Nduga, Papua. Menurut dia, penyerangan dilakukan dengan alasan untuk menuntut kemerdekaan Papua Barat.

    Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan jajarannya akan membentuk Tim Keamanan Bersama TNI-Polri untuk memperlancar proses pembangunan kembali fasilitas jembatan maupun Jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga. Selain itu, Panglima TNI akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk segera melanjutkan kembali pembangunan jembatan dan Jalan Trans Papua di Nduga.

    Baca: Tiga Kesaksian Seputar Penembakan Papua dari Korban Selamat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.