Titiek Soeharto: Granadi Milik Beberapa Orang, Tidak Bisa Disita

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, seusai menghadiri acara Ngobrol Berama 300 Jenderal dan Tokoh Intelektual di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Sabtu, 22 September 2018. TEMPO.CO/Francisca Christy Rosana

    Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, seusai menghadiri acara Ngobrol Berama 300 Jenderal dan Tokoh Intelektual di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Sabtu, 22 September 2018. TEMPO.CO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta-Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto mengatakan Gedung Granadi tak bisa disita oleh negara. Titiek beralasan, gedung tersebut merupakan milik beberapa pihak, bukan hanya Yayasan Supersemar.

    "Granadi itu yang punya berapa orang, berapa institusi, bukan Supersemar aja. Kalau mau disita silakan disita sahamnya Supersemar, jangan gedungnya," kata Titiek di Istora Senayan, Jakarta, Kamis, 22 November 2018.

    Baca: Titiek Soeharto Kritik Jokowi: Dari Beras Sampai Cangkul Diimpor

    Kabar penyitaan Gedung Granadi oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ramai diperbincangkan belakangan ini. Penyitaan itu terkait dengan vonis Mahkamah Agung terhadap Yayasan Supersemar atas kasus penyelewenangan dana beasiswa pada berbagai tingkatan sekolah yang tidak sesuai serta dipinjamkan kepada pihak ketiga.

    Menurut Titiek pemerintah hanya bisa menyita saham Supersemar terkait kepemilikan Granadi. Penyitaan gedung secara fisik, kata dia, justru tidak tepat dilakukan. "Pemilik lainnya bisa menuntut pemerintah lho," kata putri mantan Presiden Soeharto ini.

    Simak: Giliran Titiek Soeharto Ditantang Netizen 50 Ribu Dapat Apa

    Titiek mengklaim isu penyitaan Gedung Granadi selalu mencuat setiap kali dia vokal mengkritik pemerintah. Padahal, kata Titiek, penyitaan gedung tersebut sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu.

    Kepala Hubungan Masyarakat Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Achmad Guntur, mengatakan Gedung Granadi sudah disita sejak November 2016. "Setiap kali saya bicara vokal ke pemerintah, selalu ada yang angkat mengenai penyitaan Granadi," kata  Titiek Soeharto.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.