Saat Jokowi Tertawa Dengar Tompi Bernyanyi Jangan Takut Genderuwo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • President Jokowi saat bertemu komunitas kreatif di Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Jalan Braga No. 3 Bandung,  Sabtu malam, 10 November 2018.

    President Jokowi saat bertemu komunitas kreatif di Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Jalan Braga No. 3 Bandung, Sabtu malam, 10 November 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada yang berbeda dalam sambutan Ketua Panitia Festival 11 Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Teuku Adifitrian atau Tompi dalam acara peringatan hari jadi PSI ke-4 di Indonesian Convention Exhibition (ICE) Tangerang, Banten pada Ahad, 11 November 2018. Tompi memberikan sambutan dengan cara bernyanyi di hadapan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang hadir dalam acara.

    Dalam sambutannya, Tompi menyampaikan beberapa hal yang menyangkut Jokowi. Di antara liriknya, Tompi meminta para kader PSI untuk belajar bersabar dari Jokowi.

    Baca: Soal Politik Genderuwo, Rizal Ramli: Bahasa Jokowi Jadi Aneh

    Tompi juga mengatakan, agar para kader jangan takut dengan genderuwo atau sontoloyo. "Jangan takut sama genderuwo atau sontoloyo," ujarnya. Jokowi yang mengenakan kemeja berwarna hijau pun tertawa mendengar nyanyian tersebut.

    Dua istilah tersebut merupakan pernyataan teranyar Jokowi yang mengundang berbagai respon dari pihak oposan. Dalam pidatonya, Tompi juga mengatakan, bahwa Jokowi juga manusia yang terkadang keliru.

    Baca: Pidato Lengkap Jokowi Soal Politikus Genderuwo

    "Kalau Pak Jokowi keliru, tegur dengan keras. Tegur...Pak Jokowi....itu salah," ujar Tompi sambil bernyanyi.

    Dalam sambutannya, Tompi bersenandung, bahwa tidak ada cebong atau kampret yang ada hanya ada cempret alias cebong kampret bersatu.
    Cebong adalah julukan yang disematkan untuk pendukung Jokowi, sementara kampret adalah julukan yang disematkan untuk pendukung Prabowo Subianto. Dalam senandungnya, Tompi seolah ingin mengingatkan bahwa perang antara para cebong dan kampret di pemilihan presiden 2019, harus dihentikan.

    Baca: Puisi Genderuwo dan Lagu Sontoloyo Buatan Fadli Zon untuk Jokowi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.