Selasa, 13 November 2018

Soal Politik Genderuwo, Rizal Ramli: Bahasa Jokowi Jadi Aneh

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekonom Rizal Ramli menyambangi gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018. Kedatangan Rizal Ramli untuk melaporkan politikus Surya Paloh atas dugaan pencemaran nama baik. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ekonom Rizal Ramli menyambangi gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta, Selasa, 16 Oktober 2018. Kedatangan Rizal Ramli untuk melaporkan politikus Surya Paloh atas dugaan pencemaran nama baik. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernyataan Presiden Joko Widodo atau Jokowi soal politik genderuwo bikin geram mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli.

    Baca juga: Kata Ahmad Dhani Soal Ujaran Politikus Genderuwo Jokowi

    "Alamak, saya heran kok Pak Jokowi akhir akhir ini bahasanya menjadi aneh. Habis sontoloyo, genderuwo. Lalu apa lagi, Pak Jokowi?" kata Rizal saat mengisi dialog dengan jurnalis media asing di rumah pemenangan Sriwijaya, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Jumat, 9 November 2018.

    Rizal menganggap, sebagai pemimpin, Jokowi seharusnya menyampaikan narasi politik yang sehat. Belakangan, ia menilai narasi-narasi politik Jokowi berkutat pada hal-hal yang aneh.

    Rizal kemudian mengungkit fokus capres inkumben yang belakangan ini meleset dari isu-isu penting. Misalnya menyoalkan kasus Ratna Sarumpaet dan meributkan pidato Prabowo soal kasus Boyolali

    "Mamang isu ini rame, heboh tapi enggak membawa Indonesia ke arah kemajuan. Politik begini tidak sehat," katanya.

    Dalam masa kampanye yang tinggal 150-an hari, Rizal mengimbau Jokowi dan timnya untuk berdebat dengan isu yang lebih penting. Ia mencontohkan kubu Prabowo yang erat merembuk soal kemandiiran ekonomi dan kekayaan negara yang tidak dinikmati oleh bangsa sendiri.

    Istilah politik genderuwo ini menjadi viral setelah diujarkan Jokowi pagi tadi, 9 November 2018. Jokowi menyindir pelaku politik yang menebar propaganda menakutkan. "Setelah takut, yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Itu sering saya sampaikan itu namanya politik genderuwo," ujar Jokowi.

    Baca juga: Jokowi Sebut Politikus Genderuwo, Timses: Mungkin Sindir Prabowo

    Dalam mitos Jawa, genderuwo adalah sejenis makhluk halus berwujud manusia mirip kera yang bertubuh besar dan menakutkan.

    Antropolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Pande Made Kutanegara, mengatakan istilah genderuwo memang lazim diujarkan masyarakat Jawa untuk menjuluki orang dewasa yang doyan marah. Masyarakat Jawa, secara khusus orang-orang di perdesaan, menyebutnya sebagai 'poyokan' yang bermakna negatif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?