Jumat, 14 Desember 2018

JK Sambut Baik Penggantian Taufik Kurniawan Secepatnya

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPR Bidang Ekonomi dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Taufik Kurniawan, resmi memakai rompi tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat, 2 November 2018. Penyidik KPK resmi menahan Taufik selama 20 hari pertama. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Ketua DPR Bidang Ekonomi dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Taufik Kurniawan, resmi memakai rompi tahanan setelah menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat, 2 November 2018. Penyidik KPK resmi menahan Taufik selama 20 hari pertama. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, JakartaWakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menyambut baik rencana Partai Amanat Nasional (PAN) segera mengganti Taufik Kurniawan sebagai Wakil Ketua DPR setelah ditetapkan sebagai tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Baca: PAN Tetapkan Satu Nama Pengganti Taufik Kurniawan di DPR

    "Tidak mungkin dia aktif sebagai ketua, tapi dia masih di dalam tahanan," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, 6 November 2018. "Kasian juga orang baik," ujar dia lagi.

    Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengatakan partainya masih membahas pengganti Taufik. "Kami punya 47 anggota DPR RI minus Pak Taufik. Penggantinya akan dipilih dari 47 orang itu," kata dia di Istana Wakil Presiden, Senin, 5 November 2018.

    Eddy menepis kabar Hanafi Rais sebagai pengganti Taufik. Menurut dia, seluruh anggota merupakan kandidat yang kuat untuk menempati posisi Wakil Ketua DPR.

    Baca: Soal Pengganti Taufik Kurniawan di DPR, Ini Jawaban PAN

    "Saya pikir apapun itu beredar nama-nama tersebut hanya asumtif dan spekulatif saja. Hingga sampai saat ini belum ada yang pasti (menggantikan Taufik)," ujarnya.

    Taufik Kurniawan ditahan KPK, pada Jumat, 2 November 2018 setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Dana Alokasi Khusus Kabupaten Kebumen. Taufik diduga menerima uang suap Rp 3,65 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.