Jumat, 16 November 2018

Megawati Ungkap Makna Gelar Kehormatan dari Universitas di Cina

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dalam Diplomasi Ekonomi dari Fujian Normal University (FNU), Fuzhou, Cina pada hari ini, Senin, 5 November 2018. ISTIMEWA

    Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri menerima gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dalam Diplomasi Ekonomi dari Fujian Normal University (FNU), Fuzhou, Cina pada hari ini, Senin, 5 November 2018. ISTIMEWA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengungkapkan makna gelar doktor kehormatan dalam bidang Diplomasi Ekonomi yang dia terima dari Fujian Normal University, Cina. Megawati menganggap, gelar doktor itu merupakan pesan moral untuk dirinya.

    Baca: Megawati Soekarnoputeri Terima Gelar Kehormatan ke-8 di Cina

    "Sebuah pesan untuk melengkapi tugas sejarah para pendiri bangsa kita. Ini menjadi tugas sejarah yang harus kita selesaikan," kata Megawati dalam pidatonya di FNU, Cina, Senin, 5 November 2018 waktu setempat, dikutip dari keterangan tertulis.

    Megawati menuturkan, melengkapi tugas sejarah para pendiri bangsa maksudnya adalah terus mengelaborasi gagasan para tokoh itu. Setelah itu, elaborasi gagasan tersebut harus dilaksanakan dalam diplomasi kebebasan ekonomi menuju tatanan dunia baru.

    "Sebuah tatanan dunia baru yang menjunjung nilai dan prinsip perdamaian dalam kerangka keadilan sosial dan kemakmuran bagi seluruh umat manusia," ujarnya.

    Megawati mengaku bangga dan terhormat menerima gelar tersebut. Dia memuji kiprah Fujian Normal University sebagai universitas paling bergengsi di Cina.

    Kata Megawati, universitas yang berlokasi di Fuzhou ini telah memberi sumbangan-sumbangan penting dalam ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan pembangunan ekonomi. Sumbangan-sumbangan itu, kata Megawati, membuat Cina menyandang status sebagai negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

    Baca: Kwik Kian Gie Buka Kartu Soal Marahnya Megawati ke Tim PDIP

    Megawati juga menyinggung peluang Cina menggeser posisi Amerika Serikat di masa yang akan datang. "Bila pertumbuhan ekonominya tetap konsisten, diramalkan bahwa pada tahun 2020, Tiongkok (Cina) akan mengambil alih posisi Amerika Serikat sebagai ekonomi terbesar di dunia," kata Megawati.

    Megawati berpidato setelah prosesi serah terima piagam ijazah gelar doktor kehormatan dilakukan. Presiden RI kelima ini berpidato dalam bahasa Inggris. Selain menerima piagam ijazah doktor, Megawati juga menyerahkan plakat PDIP berwarna merah. "This is bull (ini banteng)," kata orang nomor satu di partai berlambang kepala banteng ini.

    Acara tersebut dihadiri oleh Presiden Fujian Normal University Profesor Wang Changping, Ketua Dewan FNU Li Baoyin, para guru besar, senat, dan dewan kampus. Megawati juga didampingi oleh anak dan menantunya, Prananda Prabowo dan Nancy Hendriaty Shrindani, serta Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri dan anggota DPR Herman Hery. Hadir pula mantan Kepala Badan Intelijen Negara Hendropriyono dan Kepala BIN Jenderal (purn) Budi Gunawan.

    Penghargaan dari Fujian Normal University ini merupakan gelar honoris causa kedelapan untuk Megawati. Sebelumnya, Megawati sudah menerima gelar doktor kehormatan dari Universitas Waseda Tokyo di Jepang (2001); Moscow State Institute of International Relation di Rusia (2003); Korea Maritime and Ocean University di Korea Selatan (2015); Universitas Padjadjaran Bandung (2016); Universitas Negeri Padang (2017); dan Mokpo National University di Korea Selatan (2017), Doktor Honoris Causa bidang politik pemerintahan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (2018).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.