Senin, 22 Oktober 2018

Kwik Kian Gie Buka Kartu Soal Marahnya Megawati ke Tim PDIP

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Keuangan dan kepala KKSK, Kwik Kian Gie menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 11 Desember 2017. Kwik Kian Gie diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Syafruddin A. Temenggung, terkait tindak pidana korupsi pemberian SKL kepada pemegang saham pengendali BDNI tahun 2004 sehubungan dengan pemenuhan kewajiban penyerahan aset oleh obligator BLBI kepada BPPN. TEMPO/Imam Sukamto

    Mantan Menteri Keuangan dan kepala KKSK, Kwik Kian Gie menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 11 Desember 2017. Kwik Kian Gie diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Syafruddin A. Temenggung, terkait tindak pidana korupsi pemberian SKL kepada pemegang saham pengendali BDNI tahun 2004 sehubungan dengan pemenuhan kewajiban penyerahan aset oleh obligator BLBI kepada BPPN. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Ekonomi Kwik Kian Gie, buka-bukaan soal marahnya Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri terhadap kader partai itu.

    Baca juga: 40 Ekonom Termasuk Kwik Kian Gie Susun Konsep Untuk Prabowo

    "Megawati marah terhadap tim PDIP. Dia tanya mengapa PDIP tidak pernah mengajak diskusi saya," kata Kwik saat ditemui di rumah pemenangan Prabowo - Sandiaga Uno di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu malam, 26 September 2018.

    Pernyataan itu dilontarkan Kwik Kian Gie menanggapi isu kedekatannya dengan Prabowo dan Sandiaga. Santer kabar Kwik merapat ke kubu calon presiden nomor urut 02 itu, padahal ia adalah kader PDIP.

    Kwik pun menjelaskan bukunya seolah-olah tak dilirik PDIP. Padahal ia sudah menulis sejak 2004. Kwik menulis panduan ekonomi untuk para presiden yang menjabat. Judul bukunya ialah "Platform Presiden".

    Mantan Kepala Bappenas itu mengatakan dekat dengan Prabowo sejak capres itu membaca buku-bukunya sejak dulu hingga kini.

    Buku Kwik ditulis pada era Megawati dan rilis pada 2004. Namun ia mengaku tak memperoleh perhatian dari siapa pun.

    "Kemudian di tahun 2009 saya menulis lagi, jadi sesuai kondisi 2009, tidak mendapat perhatian juga," ujarnya.

    Baca juga: Kekecewaan Kwik Kian Gie ke Jokowi Berawal dari Buku

    Lalu, pada 2009, ia kembali mencorat-coret kerangka tulisan untuk menulis buku dengan konten serupa. Tak terduga, ternyata Prabowo memanggilnya. Dia pun diajak diskusi oleh Prabowo. Namun, Kwik mengaku waktu diskusi mereka tak cuma bisa sekali. "Kalau begitu kan praktis sudah menjadi penasehat Pak Prabowo," ujarnya.

    Kini Kwik Kian Gie memang diklaim sebagai penasihat ekonomi pribadi Prabowo dan Sandiaga. Ia banyak memberikan pandangan soal ekonomi yang berdaulat dengan mendorong pemerintah menaikkan kuota ekspor bagi tiap perusahaan yang beroperasi di dalam negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.