Jumat, 16 November 2018

Gempa Guncang Poso Berasal dari Sesar Sausu

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. geo.tv

    Ilustrasi gempa. geo.tv

    TEMPO.CO, Jakarta - Gempa yang mengguncang Poso hingga ke Palu, Sabtu pagi, 3 November 2018, berasal dari Sesar Sausu. Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mencatat masih ada gempa susulan.

    Baca: Gempa Magnitudo 5 Guncang Poso Sulawesi Tengah

    Gempa tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada Sabtu, 3 November 2018, pukul 04.33.37 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini berkekuatan magnitude 5,0 skala Richter.

    Episenter atau titik sumber gempa terletak pada koordinat 1,26 LS dan 120,48 BT. "Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 33 kilometer arah barat laut Kota Poso," kata Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono lewat keterangan tertulis, Sabtu, 3 November 2018.

    Sumber gempa (hiposenter) di kedalaman 10 kilometer. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis dangkal. "Penyebabnya akibat aktivitas sesar Sausu," kata Daryono.

    Baca: 100 Gempa 2-5 M Landa Papua Barat Sepanjang 2018

    Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan jenis sesar turun (normal fault). Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di Poso dalam skala intensitas III MMI dan Palu dalam skala intensitas I-II MMI.

    Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi yang terjadi itu tidak berpotensi tsunami

    Hasil monitoring yang dilakukan BMKG hingga pukul 05.47 WIB, tercatat ada satu gempa bumi susulan (aftershock). Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.