Keluarga Korban Lion Air JT 610 Jalani Trauma Healing di RS Polri

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 601 rute Jakarta - Pangkalpinang mendatangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 31 Oktober 2017. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta, Banten pukul 06.10 WIB untuk menuju Pangkal Pinang. TEMPO/Subekti.

    Keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 601 rute Jakarta - Pangkalpinang mendatangi Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 31 Oktober 2017. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Soekarno Hatta, Banten pukul 06.10 WIB untuk menuju Pangkal Pinang. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Rumah Sakit R Said Soekanto Komisaris Besar Musyafak mengatakan tim psikologi telah melakukan trauma healing kepada 25 keluarga korban. Pelaksanaan ini dilakukan atas terjadinya pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

    "Adapun tim psikologi dibantu oleh biro psiko RS Polri, Polri, Polda Metro Jaya dan juga Perhimpunan Psikologi Jakarta. Trauma healing akan dilaksanakan setiap harinya untuk keluarga korban yang merasa kehilangan," kata Musyafak di Gedung RS Polri R Said Soekanto, Jakarta Timur, Rabu, 31 Oktober 2018.

    Baca: Lion Air Sudah Berangkatkan 106 Keluarga Korban ke Jakarta

    Musyafak menjelaskan trauma healing telah dilaksanakan sejak Selasa siang kemarin. Keluarga korban yang telah menyelesaikan pendataan ante mortem, diarahkan menuju ruangan trauma healing.

    "Tempatnya nyaman, kami sediakan musala, tempat pemeriksaan beserta televisi. Ini khusus untuk ruangan keluarga korban," kata Musyafak.

    Baca: Identifikasi Korban Lion Air JT 610 di RS Polri Masih Nihil

    Lion Air JT 610 dipastikan jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Senin pagi, 29 Oktober 2018. Pesawat jenis Boeing 737 Max 8 itu hilang kontak pada pukul 06.32 WIB atau sekitar 12 menit setelah take off dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dipimpin oleh Kapten Bhavye Suneja, pilot berusia 31 tahun asal India, PK-LQP membawa 181 penumpang. Bhavye didampingi kopilot Harvino dan enam awak kabin.

    Basarnas memperkirakan seluruh penumpang yang berjumlah 189 orang di dalam pesawat tewas. Saat ini, tim gabungan pencari masih melakukan pencarian korban dan evakuasi badan pesawat yang diperkirakan tenggelam.

    AQIB SOFWANDI

    Baca: Titik Terang Badan Pesawat Lion Air dan Evakuasi yang Berlanjut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.