Identifikasi Korban Lion Air JT 610 di RS Polri Masih Nihil

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Basarnas temukan seragam pramugari di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

    Tim Basarnas temukan seragam pramugari di lokasi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. TEMPO/Ryan Dwiky Anggriawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Rumah Sakit Bhayangkara R. Said Sukanto atau RS Polri Kramatjati, Komisaris Besar Musyafak, mengungkapkan hingga sekarang proses identifikasi korban pesawat Lion Air JT 610 masih belum menemukan hasil.

    Baca: Nelayan Sebut Ada Asap Tebal Saat Lion Air JT 610 Jatuh di Laut

    "Kemarin sudah ada rekonsiliasi pada 3 korban dan masih diperdebatkan. Namun, data yang mendukung masih kurang kuat, dan akan menunggu hasil tes DNA," kata Musyafak, Rabu, 31 Oktober 2018.

    Musyafak menjelaskan pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap. Pertama pemeriksaan data sekunder berupa tanda medis kulit, otot, tato, dan lainnya dari korban. Kedua merupakan data primer, seperti sidik jari atau DNA.

    "Nanti, dari pemeriksaan data tersebut yang dilakukan pada post mortem dan antemortem. Jika mempunyai kesamaan, maka itulah hasil yang namanya teridentifikasi," kata Musyafak.

    Lion Air JT 620 hilang kontak 13 menit setelah lepas landas dari Bandar Udara Soekarno-Hatta pada Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat yang pagi itu mengangkut 181 penumpang plus tujuh orang kru ini sejatinya akan tiba di kota tujuan mereka, Pangkalpinang, pada pukul 07.10. Saat itu, pesawat ini membawa 181 penumpang plus tujuh orang kru.

    Simak juga: 4 Fakta Pencarian Lion Air JT 610: 37 Kantong Jenazah di RS Polri

    Hingga hari ini, RS Polri sudah menerima 48 kantong jenazah dari tim penyelamat. Tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) fokus mencari Lion Air JT 610 di perairan Karawang.

    Aqib Sofwandi

    Ikuti berita seputar pencarian Lion Air JT 610 di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.