Lion Air Jatuh, KNKT Dapat Tawaran Bantuan dari Lima Negara

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Badan SAR Nasional mengecek dokumen dan kartu identitas korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di Pelabuhan JICT Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018. Pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang yang mengangkut 189 penumpang dan awak maskapai tersebut mengalami kecelakaan di perairan Karawang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Tim Badan SAR Nasional mengecek dokumen dan kartu identitas korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di Pelabuhan JICT Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 30 Oktober 2018. Pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang yang mengangkut 189 penumpang dan awak maskapai tersebut mengalami kecelakaan di perairan Karawang. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Haryo Satmiko, mengatakan tim evakuasi dan pencarian pesawat Lion Air JT 610 mendapatkan tawaran bantuan dari sejumlah negara.

    Baca: Insiden Lion Air JT 610 Jatuh, Pegawai BPN Juga Ikut Jadi Korban

    "Saat ini KNKT mendapatkan penawaran bantuan dari beberapa pihak, termasuk JIAAC Argentina, AAIB Malaysia, dan Arab Saudi," kata Haryo Satmiko di kantornya, Selasa, 3 Oktober 2018. JIAAC dan AAIB adalah lembaga investigasi kecelakaan penerbangan sipil dari negara-negara tersebut.

    Saat ini, kata dia, pihaknya telah dibantu oleh tiga personel TSIB Singapura dan 1 alat Rigid Inflatable Boat. Sementara besok akan datang 10 personel teknisi dari Amerika Serikat dalam pencarian bangkai pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Teluk Kerawang, Jawa Barat.

    Haryo menjelaskan KNKT telah melakukan investigasi dan mencari fakta penyebab jatuhnya Lion Air. "Hingga sekarang, KNKT masih berusaha mengumpulkan seluruh data yang terkait dari kejadian tersebut," ungkap Haryo.

    Baca: Masalah Teknis Jadi Penyebab Jatuhnya Pesawat Lion Air?

    Pesawat Lion Air JT 610 mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta pukul 06.20 WIB menuju Pangkalpinang pada Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat tersebut jatuh di koordinat koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628”.

    AQIB SOFWANDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.