Jumat, 16 November 2018

Jokowi dan Ma'ruf Amin Melepas Jalan Sehat Santri di Sidoarjo

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Mustasyar PBNU Ma'ruf Amin dan sejumlah menteri Kabinet Kerja melepas Kirab Santri dan Jalan Sehat Sahabat Santri di alun-alun Sidoarjo, Jawa Timur, 28 Oktober 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    Presiden Joko Widodo bersama Mustasyar PBNU Ma'ruf Amin dan sejumlah menteri Kabinet Kerja melepas Kirab Santri dan Jalan Sehat Sahabat Santri di alun-alun Sidoarjo, Jawa Timur, 28 Oktober 2018. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Presiden Joko Widodo atau Jokowi melepas Kirab Santri dan Jalan Sehat Sahabat Santri di alun-alun Sidoarjo, Ahad, 28 Oktober 2018. Acara ini digelar dalam rangka memperingati hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2018.

    Baca: Presiden Jokowi Resmi Gratiskan Jembatan Suramadu

    Mengenakan sarung, baju koko putih, dan kopiah hitam, Jokowi tiba di lokasi pukul 6.15 WIB. Ia ditemani istrinya, Iriana, yang memakai celana krem, kemeja putih, dan jilbab putih.

    "Dengan mengucap bismillahir-rahmanir-rahim Kirab Santri dan Jalan Sehat Sahabat Santri pagi hari ini saya berangkatkan," kata Jokowi sambil mengangkat bendera.

    Dalam pelepasan ini, Jokowi turut didampingi Mustasyar PBNU sekaligus calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin. Jika Jokowi melepas kirab maka Ma'ruf bertugas membaca doa.

    Baca: Reaksi Jokowi Saat Ulama Acungkan Satu Jari di Jembatan Suramadu

    Selain Jokowi dan Ma'ruf Amin, acara ini turut dihadiri Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M. Nasir, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.