Kamis, 15 November 2018

Wiranto: Indonesia Hadapi Ancaman Tak Terlihat tapi Masif

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Wiranto (kanan) bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kiri) menjadi pembicara dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kantor Kemensetneg, Jakarta, Kamis 25 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Menko Polhukam Wiranto (kanan) bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kiri) menjadi pembicara dalam diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Kantor Kemensetneg, Jakarta, Kamis 25 Oktober 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan Indonesia menghadapi ancaman keamanan baru yang tidak terlihat namun bersifat masif. "Ancaman itu adalah cyberattack yang muncul dari perkembangan teknologi tinggi," katanya di Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018.

    Baca juga: Wiranto Sebut Alasan Pembakaran Bendera Agar Tak Dimanfaatkan HTI

    Wiranto mengatakan pemerintah telah mengembangkan langkah menghadapi ancaman serangan siber tersebut. Salah satunya dengan menerbitkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pemerintah juga membentuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 133 Tahun 2017.

    Selama 2018, pemerintah telah menangani masalah hoax dan ujaran kebencian. Wiranto mengatakan kasus ujaran kebencian yang telah ditangani mencapai 324 kasus. Sebanyak 152 kasus lainnya sudah diselesaikan.

    Sementara untuk kasus hoax, sepanjang tahun ini terdapat 53 kasus yang ditangani. Wiranto mengatakan sebanyak 30 di antaranya sudah selesai.

    Wiranto mengatakan terjadi penurunan kejahatan siber dari 2015 hingga 2017, dari 2.788 kejahatan menjadi 1.712 kejahatan. Meskipun pada 2016 kejahatan siber meningkat tajam sebanyak 6.045 kejahatan.

    Baca juga: Wiranto: Oknum GP Ansor Tak Mungkin Sengaja Bakar Bendera

    Selain serangan siber, ancaman terhadap stabilitas keamanan juga berasal dari pungutan liar. Wiranto mengatakan, pungutan liar tak hanya berdampak kepada kualitas pelayanan masyarakat. Jika dibiarkan, pungutan liar bisa melemahkan daya saing nasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pokemon Hidup Dalam Detektif Pikachu

    Hollywood baru saja mengadaptasi karakter favorit dunia dari kartun Pokemon, Pikachu, ke dalam film layar lebar.