Soal Keterlibatan James Riady di Suap Meikarta, Ini Kata KPK

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif dan penyidik menunjukkan barang bukti hasil OTT terkait dengan suap perizinan proyek Meikarta, Kabupaten Bekasi, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 15 Oktober 2018. ANTARA

    Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif dan penyidik menunjukkan barang bukti hasil OTT terkait dengan suap perizinan proyek Meikarta, Kabupaten Bekasi, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 15 Oktober 2018. ANTARA

    TEMPO.CO, Makassar - Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut ada indikasi soal keterlibatan petinggi Lippo Group, James Riady dalam kasus suap Meikarta. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarief saat membuka acara Anti Corruption Summit di Makassar, Selasa 23 Oktober 2018.

    “Kalau digeledah rumahnya berarti penyidik melihat ada indikasi dari keterlibatan yang bersangkutan. Itu indikasi ya apakah benar atau tidak tergantung hasil penyelidikan dan penyidikan,” kata Laode.

    Baca: Suap Meikarta, Bupati Bekasi: Assalamualaikum Saya Minta Maaf

    Meski begitu, Laode belum bisa menjelaskan peran James Riady dalam kasus tersebut. Apalagi, kata dia, James juga belum menjalani pemeriksaan sebagai saksi oleh KPK dalam kasus suap Meikarta. “Belum ada jadwal pemeriksaannya,” ujarnya.

    Menurut Laode, kemungkinan itu bisa saja terjadi lantaran semua seharusnya bertanggungjawab dalam kasus suap itu, baik individu maupun korporasinya. Namun penyidik KPK melihat terlebih dulu bukti dan hasil pemeriksaan yang ada. “KPK enggak boleh grasak-grusuk harus sesuai dengan bukti. Harus mempunyai bukti yang valid menurut hukum,” kata dia.

    Baca: KPK Periksa 9 Tersangka Dugaan Suap Meikarta

    Saat ini, KPK sudah menetapkan 9 tersangka dalam kasus suap Meikarta. Mereka adalah Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Sahat MBJ Nahor, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dewi Tisnawati, serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Neneng Rahmi. Mereka disangkakan sebagai penerima suap. Sedangkan sebagai pemberi suap adalah pihak dari Lippo Group, yaitu Direktur Operasioal Lippo Group Billy Sindoro, konsultan Taryudi dan Fitra Djaja Purnama, serta Henry Jasmen. KPK juga telah melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi, termasuk di rumah James Riady di kawasan Karawaci, Tangerang pada Kamis, 18 Oktober lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.