Selasa, 13 November 2018

Beda Tim Purnawirawan TNI, Bravo 5 dan Cakra 19 di Kubu Jokowi

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joko Widodo alias Jokowi dan Ma'aruf Amin tiba di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat malam, 21 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Joko Widodo alias Jokowi dan Ma'aruf Amin tiba di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat malam, 21 September 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Bravo 5 dan Cakra 19 merupakan dua kelompok yang termasuk andalan di kubu Jokowi untuk meraup suara di Jawa Barat, provinsi dengan lumbung pemilih terbesar di Indonesia.

    Baca: Dua Tim Purnawirawan Kubu Jokowi Hadang Prabowo di Pilpres 2019

    Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Maman Imanulhaq, mengatakan, meskipun dua kelompok relawan ini berada di luar tim kampanye nasional, kedua tim itu tetap berkoordinasi dengan tim resmi pemenangan Jokowi-Ma'ruf di pemilihan presiden 2019.

    "Khusus untuk tim Bravo-5 dan Cakra-19 memiliki tugas spesifik di Jawa Barat, karena kita kalah di 22 kabupaten di Jawa Barat pada 2014. Mereka kan paham teritorial,” ujar Maman kepada Tempo, Kamis pekan lalu.

    Tim Bravo 5 dan Cakra 19 mempunyai perbedaan anggota. Tugas keduanya pun tak sama. Tim Bravo-5 ini terdiri dari para purnawirawan TNI yang sebagian besar merupakan lulusan Akademi Militer angkatan 1970-an, atau se-leting dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Tim ini terbentuk sejak 2013. Tujuannya untuk memenangkan Jokowi-JK di pemilu 2014.

    Bravo 5 dan Cakra 19 Tim besutan Luhut Binsar Panjaitan untuk Pilpres Jokowi

    Semula Bravo 5 bermarkas rumah anak Luhut di Jalan Banyumas Nomor 5 Menteng, Jakarta Pusat. Namun, kini markasnya pindah di Jalan Maluku Nomor 32 Menteng, Jakarta Pusat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?