Ketua MPR: Kemajuan Negara Bergantung pada SDM

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat memberi motivasi kepada puluhan siswa SMAIT Insantama yang akan studi banding ke New Zealand, di Ruang GBHN, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 18 Oktober 2018.

    Ketua MPR RI Zulkifli Hasan saat memberi motivasi kepada puluhan siswa SMAIT Insantama yang akan studi banding ke New Zealand, di Ruang GBHN, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 18 Oktober 2018.

    INFO NASIONAL - Ketua MPR RI Zulkfili Hasan mengatakan, kemajuan sebuah bangsa bukan terletak pada sumber daya alam yang dimilikinya, tapi pada sumber daya manusianya (SDM). Menurutnya, masyarakat Indonesia tidak kalah pintar dengan bangsa lainnya.

    “Orang Indonesia tidak kalah dengan bangsa lain. BJ Habibie tidak kalah pintar dengan orang Jerman, orang Amerika. Siswa Indonesia sering menjadi juara olimpiade sains dan matematika,” kata Zulkifli Hasan memberi motivasi kepada puluhan siswa SMAIT Insantama yang akan studi banding ke New Zealand, di Ruang GBHN, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 18 Oktober 2018. Pertemuan itu dihadiri guru dan siswa SMAIT yang mengikuti Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Tingkat Akhir (LKMA) 2018 “Advance to New Zealand” pada awal November 2018.

    Menurut Zulkifli Hasan, asal ada kemauan, orang Indonesia bisa unggul dari bangsa lainnya. “Masalah yang ada pada kita adalah malas. Kita tidak kalah pintar dengan bangsa lain. Cuma memang ada yang mau dan ada yang tidak. Ada yang mau work hard dan ada yang malas,” katanya.

    Menurut data terbaru, lanjut Zulkifli, bangsa yang maju dari ranking satu sampai sembilan yaitu negara-negara Tiongkok, Jepang, Korea, Hongkong, Vietnam. “Jadi, kalau melihat tren ini maka pada abad yang akan datang mereka yang akan berkuasa,” ujarnya.

    Sementara Indonesia berada pada ranking 62. Riset terhadap ranking negara-negara itu berdasarkan indikator kemampuan teknologi, matematika, dan baca buku. Karena itu, kunci kemajuan negara adalah pada manusia. Karenanya, Zulkifli Hasan meminta para siswa untuk meng-upgrade kemampuan masing-masing.   

    “Kuncinya adalah manusia. Karena itu, upgrade diri kalian sebaik-baiknya. Kalau yang lain hanya baca buku sekolah, kalian harus upgrade dengan membaca buku-buku yang lain. Harus berbeda dari teman-teman. Kalau tidak, nanti akan sama seperti yang lain,” ujarnya.

    Zulkifli lalu menceritakan pengalaman meng-upgrade kemampuan itu. “Saya lulus SMA. Karena tidak diterima di Fakultas Kedokteran UI, saya bekerja. Saya tidak mau sama seperti pekerja lain. Saya belajar, banyak baca, dan observasi. Saya punya pemikiran sendiri. Saya mencontoh Rasulullah, karena itu saya berdagang, dan sukses,” ucapnya.

    “Kenapa bisa? Karena saya upgrade diri saya. Saya membaca buku tentang orang-orang sukses. Padahal saya hanya lulusan Pendidikan Guru Agama, tapi bisa menjadi Ketua MPR, jadi menteri, jadi pengusaha,” tuturnya.

    Zulkifli pun mengucapkan selamat kepada siswa SMAIT Insantama yang akan ke New Zealand. “Untuk pendidikan New Zealand memang nomor satu. Gunakan waktu sebaik-baiknya di sana,” katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?