Prabowo Mengkritik, Sekjen PDIP: Jokowi Atasi Ugal-ugalan Politik

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq, dan Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan menemui wartawan sebelum rapat sembilan sekjen partai pendukung capres dan cawapres Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Agustus 2018. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq, dan Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan menemui wartawan sebelum rapat sembilan sekjen partai pendukung capres dan cawapres Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Agustus 2018. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kritik Prabowo yang mengatakan pemerintah mengelola negara secara ugal-ugalan dalam empat tahun terakhir mengundang komentar publik dua hari ini. Menganggapi kritikan ini, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan justru Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang berhasil memanajemeni pemerintahan di tengah ugal-ugalan politik.

    Di awal masa jabatannya sebagai presiden, kata Hasto, Jokowi mampu memanajemeni pemerintahan di tengah ugal-ugalan politik. “Ada penghadangan politik di parlemen, tapi Pak Jokowi tetap tersenyum dan bekerja keras," ujar dia di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta pada Kamis, 18 Oktober 2018.

    Baca: Jokowi: Urusan Utang Rumah Sakit ke Presiden, Ini Kebangetan

    Sebelumnya, Prabowo mengatakan bahwa mimpi mengembalikan kejayaan Indonesia di masa silam menjadi luntur karena negara dikelola secara ugal-ugalan dalam empat tahun terakhir. Hal itu diungkapkan sebagai penjelasan atas slogan Make Indonesia Great Again yang diperkenalkannya beberapa waktu lalu.

    "Perlahan-lahan mimpi untuk mengembalikan kejayaan Indonesia luntur oleh cara ugal-ugalan dalam mengelola negara." Prabowo menulis dalam akun resminya di Facebook, Selasa lalu, 16 Oktober 2018.

    Baca: BPJS Defisit, Fahri Hamzah Minta Jokowi ...

    Menurut Prabowo dalam empat tahun ke belakang, sebuah keputusan dapat dengan mudah dibatalkan atau direvisi tanpa memikirkan dampak yang dirasakan masyarakat di lapisan bawah. Hukum juga disebut telah menjadi alat tawar menawar politik dan mengabaikan keadilan. "Dan kita terus menyaksikan bagaimana riuhnya kabinet kerja, akibat saling tuding antar kementerian dan lembaga negara," ujar Prabowo.

    Menurut Hasto, Jokowi tidak pernah menutup telinga akan berbagai masukan kepada pemerintah. Berbagai kritikan keras yang datang dari oposisi, selalu ditanggapi Jokowi dengan kerja keras.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?