Pemerintah Akan Bangun Kota Palu Baru

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah personel Tim SAR menggali reruntuhan bangunan dan rumah untuk menemukan korban di lokasi likuifaksi Balaroa Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 11 Oktober 2018. Masa tanggap darurat untuk pembersihan untuk infrastruktur yang rusak akibat gempa diperpanjang hingga dua pekan kedepan. ANTARA/Basri Marzuki

    Sejumlah personel Tim SAR menggali reruntuhan bangunan dan rumah untuk menemukan korban di lokasi likuifaksi Balaroa Palu, Sulawesi Tengah, Kamis, 11 Oktober 2018. Masa tanggap darurat untuk pembersihan untuk infrastruktur yang rusak akibat gempa diperpanjang hingga dua pekan kedepan. ANTARA/Basri Marzuki

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintah akan membangun Kota Palu baru di Sulawesi Tengah.

    Basuki menjelaskan daerah yang lama sudah tidak memungkinkan membangun kembali bangunan di sana karena adanya gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi. "Kalau di Lombok kan di situ tempatnya. Ini sudah berubah semua sehingga kami mau bangun Palu baru," kata Basuki di Istana Negara, Jakarta, Senin, 15 Oktober 2018.

    Baca: Pemerintah Targetkan Rumah Korban Gempa Palu Rampung Dua Tahun

    Menurut Basuki, pemerintah sedang menyiapkan master plan baru yang mengadopsi patahan-patahan yang ada dan historikal gempa yang pernah terjadi di Palu. Ia menargetkan master plan akan selesai akhir tahun ini sehingga pembangunan Kota Palu baru akan dimulai pada awal 2019.

    Basuki menuturkan masyarakat yang semula tinggal di wilayah Palu yang lama nantinya akan direlokasi ke tiga tempat alternatif, yaitu Kelurahan Duyu, Kelurahan Tondo di Kota Palu; dan Kelurahan Pembewe, Kabupaten Sigi.

    Ketiga lokasi untuk hunian tetap tersebut kini masih diselidiki tentang kondisi geologinya. Basuki mengatakan di Kelurahan Duyu, pemerintah merencanakan hunian di lahan sekitar 78 hektare. Sedangkan di Kelurahan Tondo, lahan yang digunakan sekitar 88 hektare, dan di Kelurahan Pombewe sekitar 210 hektare.

    Baca: Bangun Hunian Sementara di Palu, Pemerintah Data Jumlah Pengungsi

    Sambil menunggu pembangunan rumah baru, para korban gempa Palu akan tinggal di hunian sementara atau huntara di wilayah yang lama. Basuki menyebutkan satu huntara akan diisi sekitar 10 kepala keluarga. Huntara akan dilengkapi fasilitas MCK dan dapur umum.

    Selain itu, dalam dua pekan ini, Basuki berjanji akan memulai pembersihan kota. Pihaknya juga memulai perbaikan infrastruktur, seperti sekolah darurat, rumah sakit yang sudah rubuh. "Harus kita segera bangun. Semuanya harus selesai nanti dua tahun untuk Palu mulai 2019," kata dia.

    Baca: Pemerintah Bangun Hunian Tetap Korban Gempa Palu di Tiga Lokasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.