Selasa, 18 Desember 2018

Pemerintah Terima Bantuan Asing Rp 220 Miliar untuk Gempa Palu

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penduduk desa korban gempa bumi menghampiri helikopter Palang Merah Indonesia (PMI) di Sirenja, Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat, 5 Oktober 2018. Helikopter ini membawa bantuan bagi korban gempa Donggala. REUTERS/Darren Whiteside

    Penduduk desa korban gempa bumi menghampiri helikopter Palang Merah Indonesia (PMI) di Sirenja, Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat, 5 Oktober 2018. Helikopter ini membawa bantuan bagi korban gempa Donggala. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir telah mencatat total komitmen bantuan asing untuk gempa Palu dan Donggala dari 25 negara sahabat. Beberapa di antaranya berkomitmen memberi bantuan dalam bentuk dana. Sampai saat ini, komitmen bantuan dana itu berjumlah sekitar Rp 220 miliar.

    Baca: Warga Padang Kirim 1,6 Ton Rendang Untuk Korban Gempa Palu

    "Ada yang sudah merealisasikan, ada juga yang masih berbentuk pledge (janji)," kata Fachri dalam konferensi pers bertajuk Tanggap Bencana Sulawesi Tengah di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jalan Pramuka, Jakarta, Sabtu, 6 Oktober 2018.

    Fachir mengatakan bentuan tersebut disalurkan untuk tanggap darurat, rekonstruksi, dan rehabilitasi. Adapun mekanisme penyaluran dana tanggap darurat dari pemerintah luar negeri akan dikoordinasikan oleh BNPB. Dana tersebut dipakai untuk menangani hal-hal yang berhubungan dengan bencana dan pengungsi.

    Sedangkan bantuan-bantuan yang berasal dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) asing akan didistribusikan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) didampingi kementerian atau lembaga terkait. LSM asing tidak diizinkan memberikan dana dan terjun langsung ke daerah bencana.

    Selanjutnya, dana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi akan dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

    Kemenlu mencatat, negara yang telah memberikan bantuan dalam bentuk uang di antaranya Cina US$ 200 ribu, Korea Selatan US$ 1 juta, Uni Eropa 1,5 juta euro, Venezuela US$ 10 juta (pledge). Lantas, Vietnam US$ 100 ribu (pledge), Laos US$ 100 ribu, dan Kamboja US$ 200 ribu, Jerman 1,5 juta euro, Australia 500 ribu dolar Australia.

    Baca: Gempa Palu, Pertamina Kirim 4 Mobil Tangki Khusus dari Balikpapan

    Selain berbentuk uang, pemerintah Indonesia telah menerima bantuan asing berbentuk angkutan udara. Saat ini, ada enam yang sudah diterbangkan untuk mengirim logistik dan telah kembali ke negaranya. Selain itu, ada tujuh yang sampai sekarang masih beroperasi dan masih mengirimkan bantuan bantuan.

    "Kemudian identifikasi bantuan lain ialah genset, tenda, penjernih air, rumah sakit lapangan, dan fogging," ujar Fachir.

    Adapun dari 25 negara, ada 18 negara asing sudah tercatat merealisasikan bantuannya. Negara tersebut di antaranya Korea, Jepang, Swiss, Singapura, Cina, Qatar, Turki, India, Spanyol, Vietnam, Malaysia. Selanjutnya, Inggris, Selandia Baru, Australia, Rusia, Pakistan, Denmark, dan Amerika Serikat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Pemilih Tetap Tahap Kedua untuk Pilpres 2019

    Komisi Pemilihan Umum atau KPU akhirnya mengumumkan perbaikan Daftar Pemilih Tetap tahap kedua pada 15 Desember 2018 untuk Pilpres 2019.