Warga Padang Kirim 1,6 Ton Rendang Untuk Korban Gempa Palu

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat mengangkat bantuan berupa pakaian di Padang, Sumatera Barat, Kamis, 4 Oktober 2018. Provinsi Sumatera Barat mengirimkan 1,6 ton rendang dan 300 kilogram pakaian layak pakai untuk membantu korban gempa Palu dan Donggala. ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi

    Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat mengangkat bantuan berupa pakaian di Padang, Sumatera Barat, Kamis, 4 Oktober 2018. Provinsi Sumatera Barat mengirimkan 1,6 ton rendang dan 300 kilogram pakaian layak pakai untuk membantu korban gempa Palu dan Donggala. ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Sumatera Barat tak mau ketinggalan untuk membantu korban gempa Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah. Mereka mengirimkan sebanyak 1,6 ton rendang yang diangkut Hercules TNI. Pengirimannya melalui Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta.

    "Kami sudah dapat konfirmasi. Pagi ini (Sabtu, 6 Oktober 2018) bantuan rendang diberangkatkan ke Palu," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat, Rumainur dihubungi dari Padang, Sabtu, 6 Oktober 2018.

    Baca: Korban Gempa Palu yang Mengungsi Tercatat 62,539 Orang

    Rumainur berharap, rendang bisa membantu meringankan beban korban yang sangat membutuhkan pasokan makanan. Hingga mencapai 1,6 ton rendang, kata dia, membutuhkan waktu beberapa hari proses pengumpulannya.
    "Empat hari terkumpul 1,6 ton rendang."

    Masyarakat Sumatera Barat sepertinya sangat memahami betapa sulitnya kehidupan pascagempa yang dialami warga Sulawesi Tengah. Sebab, gempa besar juga pernah terjadi di Padang, yang meluluhlantakkan sejumlah infrastruktur serta rumah penduduk.

    Tepatnya pada 30 September 2009, gempa 7,6 skala Richter mengguncang Sumatera Barat. Meski tidak mengakibatkan tsunami, gempa itu menghancurkan ribuan rumah dan gedung perkantoran serta infrastruktur. Listrik mati, jaringan telekomunikasi terputus.

    Ada daerah yang terisolir dan susah mendapatkan logistik. Tercatat 1.195 orang meninggal dalam bencana besar tersebut.

    Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan, logistik merupakan kebutuhan utama bagi korban pascabencana. Karena itu, masyarakat Sumatera Barat mengumpulkan rendang yang siap disajikan untuk korban gempa. Selain rendang, pemerintah provinsi juga mengirimkan bantuan Rp 1 miliar.

    Sebelumnya Pemerintah Sumatera Barat sulit mendapat kepastian pengiriman rendang untuk korban gempa Palu. Sebab, belum ada penerbangan komersil dari Padang menuju Palu.  Setelah pemerintah daerah berkoordinasi dengan satgas penanggulangan bencana gempa dan tsunami Palu dan Donggala, 1,6 ton rendang dapat diangkut dengan Hercules lewat Bandara Halim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.