Selasa, 18 Desember 2018

Kelakar Prabowo soal Dirinya Dipolisikan Farhat Abbas

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden Prabowo Subianto meminta maaf karena ikut menyebarkan berita bohong mengenai penganiayaan Ratna Sarumpaet. AMSTON PROBEL

    Calon Presiden Prabowo Subianto meminta maaf karena ikut menyebarkan berita bohong mengenai penganiayaan Ratna Sarumpaet. AMSTON PROBEL

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden Prabowo Subianto menanggapi enteng pelaporan Farhat Abbas kepada dirinya dan timnya yang sempat menyebarkan kabar bahwa Ratna Sarumpaet dipukuli. Prabowo malah berkelakar saat ditanya hal ini di pengujung konferensi pers yang digelar di rumahnya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan pada Rabu malam, 3 Oktober 2018.

    Baca: Kubu Prabowo Pertimbangkan akan Perkarakan Ratna Sarumpaet

    "Kalau menurut Farhat Abbas, katanya saya akan ke neraka," kata Prabowo disambut tawa timnya yang mendampingi konferensi pers itu.

    Kelakar senada pernah dilontarkan Prabowo sebelumnya. Kala itu, dia ditanya soal pernyataan Farhat bahwa siapa pun yang tak memilih Joko Widodo dan Ma'ruf Amin di pemilihan presiden 2019 bakal masuk neraka.

    "Yang tidak milih Jokowi masuk neraka? Waduh, saya masuk neraka dong," kata Prabowo sembari tertawa. Goyonan ini dia lontarkan saat konferensi pers di rumah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Rabu malam, 12 September 2018.

    Farhat Abbas melaporkan Prabowo dan 16 orang lainnya yang dianggap ikut menyebarkan kabar bohong soal pemukulan Ratna Sarumpaet. Farhat menganggap, berita bohong soal Ratna Sarumpaet itu merugikan pasangan Jokowi-Ma'ruf.

    Farhat menyebut Prabowo tidak teliti sehingga reaktif menyikapi pengakuan Ratna. Tanpa mengecek kebenaran pengakuan itu, Prabowo langsung menggelar konferensi pers di rumahnya pada Selasa malam lalu, 2 Oktober 2018.

    Dia pun mendesak kepolisian segera memproses 17 orang yang dia laporkan itu. Apalagi, kata dia, Ratna juga telah mengakui bahwa dirinya berbohong dan tak pernah ada penganiayaan.

    Baca: Timses Jokowi Sebut Kasus Ratna Sarumpaet Proyek Emosi Jiwa

    Adapun 17 orang yang dilaporkan Farhat yakni Prabowo, Sandiaga Uno, Fadli Zon, Rachel Maryam, Rizal Ramli, Nanik S. Deyang, Ferdinand Hutahaean, Arief Poyuono, Natalius Pigai, Fahira Idris, Habiburokhman, Hanum Rais, Said Didu, Eggi Sudjana, Captain Firdaus, Dahnil Anzar Simanjuntak, dan Ratna Sarumpaet sendiri.

    Koordinator Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pelaporan Farhat Abbas tidaklah tepat. Sebab, kata Dahnil, mereka pun tak tahu bahwa yang disampaikan Ratna adalah kabar bohong. Dia pun mengklaim orang-orang yang dilaporkan itu tidak dalam posisi menyebar hoaks, melainkan bersimpati kepada Ratna Sarumpaet.

    "Kami semua korban kebohongan dari Bu Ratna," kata Dahnil di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Rabu malam, 3 Oktober 2018.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Pemilih Tetap Tahap Kedua untuk Pilpres 2019

    Komisi Pemilihan Umum atau KPU akhirnya mengumumkan perbaikan Daftar Pemilih Tetap tahap kedua pada 15 Desember 2018 untuk Pilpres 2019.