Polisi Telusuri Penyebar Data Nomor Rekening Bank Ratna Sarumpaet

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto memberikan keterangan pers mengenai penyergapan teroris. di Mabes Polri, Jakarta, 13 Mei 2018. Selain menggeledah rumah terduga teroris di Tambun, Tim Densus 88 menembak empat terduga teroris anggota JAD di Terminal Pasir Hayam, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Jawa Barat. ANTARA/Hafidz Mubarak

    Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto memberikan keterangan pers mengenai penyergapan teroris. di Mabes Polri, Jakarta, 13 Mei 2018. Selain menggeledah rumah terduga teroris di Tambun, Tim Densus 88 menembak empat terduga teroris anggota JAD di Terminal Pasir Hayam, Kecamatan Cilaku, Cianjur, Jawa Barat. ANTARA/Hafidz Mubarak

    TEMPO.CO, Jakarta - Beredar data dua nomor rekening bank atas nama Ratna Sarumpaet dan anaknya, Ibrahim Fahmi Al Hadi, beserta data log panggilan. Data tersebut tertuang dalam slide Power Point berlambang Polda Metro Jaya, terkait pengungkapan kasus kebohongan penganiayaan terhadap Ratna.

    Baca: Setelah Ratna Sarumpaet Mengaku Bohong, Ini Kata Para Politikus

    Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menyatakan, data itu seharusnya milik internal kepolisian. Ia berdalih, data tersebut muncul ke publik karena ada pihak-pihak yang membocorkan

    "Itu kan datanya sebenarnya bukan untuk umum, tapi kan ada yang membocorkan," ujar Setyo di kawasan Melawai, Jakarta Selatan, pada Kamis, 4 Oktober 2018.

    Setyo mengatakan, pihaknya akan menelusuri siapa yang membocorkan data tersebut ke publik. Karena, data pribadi dan nomor rekening seharusnya dilindungi. "Siapa yang membocorkan itu yang lagi kami telusuri," ujar Setyo.

    Baca: Selain Hoax Penganiayaan, Ini Rekam Jejak Ratna Sarumpaet

    Data tersebut dikumpulkan menjadi fakta pembuktian kebohongan yang dilakukan dan diakui oleh Ratna. Namun, adanya nomor rekening pribadi dan nomor telepon yang dicantumkan rupanya menimbulkan protes dari masyarakat bahwa data pribadi seharusnya tidak diumbar.

    Sebelumnya, kepolisian mendalami kabar dugaan penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet. Dalam kabar yang beredar, Ratna diduga dipukuli tiga orang tak dikenal di sekitar Bandara Husein Satranegara, Bandung, 21 September 2018 setelah menghadiri konferensi internasional.

    Berdasarkan penyelidikan polisi, pada tanggal 20 September 2018, Ratna mendaftar ke RS Bina Estetika, Menteng Jakarta. Lalu, pada 21 September 2018, Ratna teregistrasi di rumah sakit kecantikan tersebut hingga 24 September.

    Baca: Rizal Ramli Minta Maaf Lantaran Jadi Korban Hoax Ratna Sarumpaet

    Kemarin, Ratna Sarumpaet mengungkap kebohongan seputar kasus pengeroyokan yang dialaminya. Kabar itu pun membuat geger. "Ternyata saya adalah pencipta hoax terbaik, kebohongan saya telah menghebohkan negeri," ujar Ratna saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu 3 Oktober 2018.

    Ratna Sarumpaet mengungkap bahwa cerita penganiayaan yang terjadi adalah bohong belaka. Ratna mengakui telah mengarang cerita bohong untuk mencari alasan kepada keluarganya terkait lebam di wajahnya, dengan menceritakan lebam tersebut akibat dipukul oleh beberapa orang.

    TAUFIQ SIDDIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.