Selain Hoax Penganiayaan, Ini Rekam Jejak Ratna Sarumpaet

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Ratna Sarumpaet memberikan klarifikasi terkait pemberitaan penganiayaan terhadap dirinya di kediamannya, kawasan Bukit Duri, Jakarta, Rabu, 3 Oktober 2018. Dalam konfrensi pers tersebut Ratna mengaku telah merekayasa kabar terjadi penganiayaan terhadap dirinya. ANTARA

    Aktivis Ratna Sarumpaet memberikan klarifikasi terkait pemberitaan penganiayaan terhadap dirinya di kediamannya, kawasan Bukit Duri, Jakarta, Rabu, 3 Oktober 2018. Dalam konfrensi pers tersebut Ratna mengaku telah merekayasa kabar terjadi penganiayaan terhadap dirinya. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan juru kampanye calon presiden dan wakilnya, Prabowo – Sandiaga, Ratna Sarumpaet memancing komentar publik tidak hanya melalui pengakuannya dikeroyok hingga wajahnya lebam-lebam padahal wajah Ratna lebam karena operasi plastik di Rumah Sakit Khusus Bina Estetika, Jakarta, 21 Oktober 2018. “Dia pasien lama kami juga,” kata juru bicara Rumah Sakit Khusus Bina Estetika Jakarta, dokter Arrisman, Rabu, 3 September 2018. Ia punya beberapa catatan yang menarik perhatian publik.

    Tindakan Ratna bahkan membuat gaduh, memancing komentar orang banyak. Tempo merangkum rangkaian peristiwa dengan pelakon utama seniman teater itu yang membuatnya menjadi perbincangan di media sosial dan pemberitaan media massa.

    Baca:Setelah Ratna Sarumpaet Mengaku Bohong, Ini Kata Para Politikus

    Ditangkap atas dugaan makar

    Jumat, 2 Desember 2016, Ratna Sarumpaet adalah satu dari delapan orang yang ditangkap polisi atas dugaan makar. Selain Ratna, yang ditangkap adalah Sri Bintang Pamungkas, Rahmawati Soekarno Putri, Eko Sudjana, Alvin, Kivlan Zein, Adityawarman, Ratna dan Firza Husein. 

    Polisi menangkap Ratna saat menginap di kamar nomor 1402 di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat. Polisi membebaskan Ratna setelah menjalani pemeriksaan selama 10 jam di Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok.

    Gugat KPK soal Kasus RS Sumber Waras

    Ratna mempermasalahkan hasil penyelidikan KPK atas pembelian lahan RS Sumber Waras yang diduga merugikan keuangan daerah sebesar Rp191 miliar. Dalam rapat dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Rakyat pada 14 Juni 2016, Ketua KPK Agus Rahardjo menuturkan tak ada indikasi korupsi dalam sengketa pembelian lahan RS Sumber Waras. Dia mengaku belum menemukan perbuatan melawan hukum dalam proses pembeliannya.

    Baca: Prabowo Minta Maaf Ikut Menyuarakan Kabar Bohong Ratna Sarumpaet

    Ratna menggugat KPK ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 6 September 2016. Ia menilai KPK tidak pernah menunjukkan kepada publik soal laporan dugaan korupsi yang dilakukan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok belum terbukti. Ratna merasa memiliki sejumlah data pendukung yang menguatkan untuk bisa menjerat Ahok. 

    Mengadu ke Anies Baswedan karena mobilnya diderek

    Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta menderek mobil Ratna yang diparkir di pinggir jalan dekat Taman Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa, 3 April 2018. Ratna marah kepada petugas yang menderek mobilnya dan menelepon Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

    Karena tak diangkat, Ratna menghubungi salah satu staf Anies dan dijanjikan masalahnya akan diurus. Selang beberapa jam kemudian, mobil milik Ratna telah kembali diantarkan ke rumahnya. Namun, Anies mengaku tidak ditelepon Ratna, apalagi berkomunikasi soal mobil derek.


    Cekcok dengan Luhut Binsar Panjaitan

    Ratna terlibat cekcok dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dalam pertemuan antara Tim SAR Gabungan dengan keluarga korban tengggelamnya KM Sinar bangun di Danau Toba. Pertemuan itu berlangsung pada Senin, 2 Juli 2018.

    Simak: Ratna Sarumpaet: Saya Adalah Pencipta Hoax Terbaik

    Saat itu, Ratna yang mengklaim sebagai wakil keluarga korban yang tak terima proses evakuasi korban dihentikan. Menurut dia, seharusnya evakuasi dihentikan setelah seluruh korban berhasil ditemukan. Pernyataan Ratna langsung disanggahan keluarga korban yang berada di lokasi. 

    Mendengar jawaban itu, Ratna sontak menghardik perempuan itu. Dia menuduh wanita keluarga korban yang setuju pencarian korban dihentikan itu dibayar. Keluarga korban membantah tuduhan Ratna Sarumpaet

    ADAM PRIREZA | EGI ADYATAMA | IIl ASKAR MONZA | KARTIKA ANGGRAENI | FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.