Rizal Ramli Minta Maaf Lantaran Jadi Korban Hoax Ratna Sarumpaet

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli dikawal petugas setibanya di gedung KPK, Jakarta, 2 Mei 2017. Rizal Ramli memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangannya sebagai saksi terkait seluk beluk penerbitan Surat Keterangan Lunas bagi penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL-BLBI) pada 2002. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli dikawal petugas setibanya di gedung KPK, Jakarta, 2 Mei 2017. Rizal Ramli memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangannya sebagai saksi terkait seluk beluk penerbitan Surat Keterangan Lunas bagi penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL-BLBI) pada 2002. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli meminta maaf kepada publik karena telah menjadi korban berita bohong soal pemukulan Ratna Sarumpaet. Rizal sebelumnya ikut melontarkan pembelaan terhadap Ratna yang mengklaim mengalami penganiayaan dan pemukulan.

    Baca juga: Prabowo Minta Maaf Ikut Menyuarakan Kabar Bohong Ratna Sarumpaet

    "Saya mohon maaf telah menjadi korban berita tidak benar dari seorang kawan lama, Ratna Sarumpaet," kata Rizal melalui pesan kepada Tempo, Rabu, 3 Oktober 2018. Pernyataan yang sama juga dia cuitkan melalui akun Twitternya, @RamliRizal.

    Rizal mengatakan, Ratna adalah kawannya sejak lama. Dia berujar pertemanan mereka telah merentang sejak zaman Orde Baru. Rizal pun tak menyangka Ratna bakal menciptakan kebohongan seperti yang baru saja dilakukannya.

    "Kawan yang dulu aktif memperjuangkan demokrasi dan keadilan di zaman Orde Baru, ternyata terpeleset," kata dia.

    Baca juga: Setelah Ratna Sarumpaet Mengaku Bohong, Ini Kata Para Politikus

    Rizal pun berdalih, dia memang selalu berempati pada orang yang teraniaya. Cerita awal soal penganiayaan Ratna, kata Rizal, jelas membuatnya buka suara.

    "Apalagi teman lama, ternyata terpeleset," kata Rizal sembari menyertakan emoji senyum dan telapak tangan tertangkup.

    Rizal pun berharap Ratna tidak terpeleset lagi di masa yang akan datang. Sebab, ujar Rizal, Ratna juga memiliki rekam jejak membela tokoh buruh yang dibunuh, Marsinah. Menurut Rizal, perjuangan Ratna dulu itu tak bisa dilupakan.

    Cuitan Rachel Maryam terkait dugaan penganiayaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet. twitter.com/cumarachel

    Ratna Sarumpaet mengaku berbohong atas kabar pemukulan dan penganiayaan yang dia alami. Ratna bahkan menyebut dirinya sebagai pencipta hoaks terbaik. Pengakuan itu disampaikan Ratna dalam konferensi pers yang dia gelar Rabu sore, 3 Oktober 2018.

    Baca: Pengakuan Lengkap Ratna Sarumpaet, Awalnya Berbohong ke Keluarga

    Sebelumnya, beredar kabar Ratna dipukuli saat berada di Bandung, Jawa Barat, pada 21 September lalu. Kabar itu meluas seiring dengan beredarnya foto Ratna dengan muka lebam dan mata membengkak.

    Informasi itu pun direspons oleh berbagai kalangan. Mulai dari pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, para politikus partai koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga, bahkan para aktivis lawas. Pada Selasa malam, Prabowo meresponsnya dengan konferensi pers, sedangkan para aktivis menggelar aksi solidaritas di kawasan Menteng.

    Namun, kepolisian mengungkap bahwa Ratna Sarumpaet tak dipukuli, melainkan menjalani operasi kecantikan di sebuah rumah sakit bedah di Jakarta. Polisi mengungkap sejumlah bukti, di antaranya rekaman CCTV, transaksi perbankan, dan keterangan pihak rumah sakit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.