KBRI Riyadh Belum Terima Laporan Pencekalan Rizieq Shihab

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Sultan bin Salman bin Abdulaziz, Putra Tertua Raja Salman bersama Dubes RI untuk Saudi Agus Maftuh Abegebriel. Foto: Istimewa

    Pangeran Sultan bin Salman bin Abdulaziz, Putra Tertua Raja Salman bersama Dubes RI untuk Saudi Agus Maftuh Abegebriel. Foto: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel mengatakan belum menerima laporan adanya pencekalan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab oleh otoritas Imigrasi Arab Saudi.

    "Tentang pencekalan seorang WNI a/n Mohammad Rizieq Syihab, nomor passport B-3260997, kami tegaskan bahwa sampai hari ini KBRI Riyadh belum menerima nota diplomatik dari Kementerian Luar Negeri (Wazarah Kharijiyyah) Kerajaan Arab Saudi terkait hal tersebut," ujar Agus dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Jumat, 28 September 2018.

    Baca: Kata Polri Soal Rizieq Shihab yang Dicekal Arab Saudi

    Rizieq yang berada di Arab Saudi sejak setahun lalu dikabarkan tak bisa keluar negara itu pada Juli 2018. Kala itu Rizieq akan pergi ke Malaysia untuk menyelesaikan disertasinya di sebuah perguruan tinggi di sana. Tiga kali Rizieq batal berangkat karena dicekal.

    Anggota Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Damai Hari Lubis, mengatakan Rizieq Shihab juga pernah berencana pulang ke Indonesia. Rencana kepulangannya, kata Damai, untuk menghadiri peringatan milad FPI ke-20 pada Ahad, 19 Agustus 2018, namun batal.

    Baca: Kemenkumham Bantah Intervensi Pencekalan Rizieq Shihab

    Sekretaris Jenderal Koordinator Pelaporan Bela Islam Novel Bamukmin menduga pencekalan terhadap Rizieq Shihab oleh Arab Saudi karena ada pesanan dari pemerintah Indonesia. Menurut dia, ada intervensi agar Arab menahan Rizieq saat masa berlaku visanya habis. "Karena persyaratan untuk tinggal di sana memang sebelum visa habis, harus keluar dulu dari negara itu, karena visanya kunjungan wisata," kata Novel.

    Agus Maftuh mengatakan tak ada intervensi dari Indonesia terkait dugaan adanya pencekalan Rizieq di Arab Saudi. Menurut dia, Indonesia menghargai rambu-rambu politik luar negeri untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Arab Saudi. "KBRI Riyadh sama sekali tidak pernah menerima nota atau pun brafaks dari Menlu RI, Kepala Polri, Kepala BIN, dan pejabat tinggi lain terkait keberadaan Rizieq Shihab di Arab Saudi," ujarnya.

    Baca: Jawab Keluhan Rizieq Shihab di Arab Saudi, Fadli Zon: Ini Kasus


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.