Senin, 22 Oktober 2018

Polri Bantah Kapolri Kunjungi Pangkostrad Bicara Kasus Munir

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Divisi Humas Mabes Polri Setyo Wasisto datang ke rumah duka di Jalan Condet, Pejaten, Jakarta Selatan, 14 Desember 2017.  Jenazah AM Fatwa akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

    Kepala Divisi Humas Mabes Polri Setyo Wasisto datang ke rumah duka di Jalan Condet, Pejaten, Jakarta Selatan, 14 Desember 2017. Jenazah AM Fatwa akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Magang-TEMPO/ Naufal Dwihimawan Adjiditho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto membantah kunjungan Kapolri Jenderal Tito Karnavian ke Panglima Kostrad Letnan TNI Jenderal Andika Perkasa diwarnai kepentingan terkait pengusutan kasus Munir.

    Baca: Polri Belum Tentukan Jabatan Baru untuk Aris Budiman

    "Wah engga lah. Kapolri kan ke sana mau silahturahmi," kata Setyo di kawasan Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, pada Ahad, 23 September 2018.

    Tito menemui Andika Perkasa di kantor Andika, Markas Kostrad, Jakarta Pusat. Sempat beredar kabar,  pertemuan itu terkait dengan rencana Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Inspektur Jenderal Arief Sulistyanto mengusut keterlibatan mantan Kepala Badan Intelijen Negara, AM Hendropriyono dalam kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir. Bukan kebetulan kalau Hendro adalah mertua Andika. 

    Arief sendiri sudah membantah kabar itu. Pada akhir Agustus 2018 lalu, ketika satu-satunya pelaku pembunuhan Munir yang dipenjara, mantan pilot Garuda dan agen Badan Intelijen Negara, Pollycarpus Budihari Priyanto, dibebaskan, dia mengaku belum mulai mengusut kasus yang sampai kini terbengkalai itu. "Saya belum mendalami itu," ujar Arief ketika ditanya wartawan.

    Baca juga: Kapolri Minta Kabareskrim Baru Usut Kasus Munir 

    "Info dari mana itu? Tidak ada yang seperti itu. Hanya silaturahmi saja," kata Setyo.

    Berdasarkan laporan akhir hasil penyelidikan tim pencari fakta kasus pembunuhan Munir, Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) meyakini temuan TPF memuat nama sejumlah pejabat BIN yang belum pernah diperiksa dan diadili dalam kasus Munir. Salahsatunya adalah Hendropriyono. 

    Sejak awal, sorotan memang tak pernah luput mengarah kepada Hendropriyono yang memimpin BIN ketika Munir tewas dibunuh dengan racun arsenik pada 7 September 2004. Hendropriyono sendiri sudah berkali-kali menampik dugaan keterlibatan dirinya dalam pembunuhan Munir. 

    CATATAN KOREKSI: Berita ini diubah pada Selasa 25 September 2018 untuk memperbaiki akurasinya. Terima kasih. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.