Kata Ketua Pemuda Muhammadiyah Soal Sebutan Ulama Sandiaga Uno

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Sandiaga Uno (kedua kiri) bersiap-siap membagikan lauk untuk kaum <i>dhuafa</i> di pelataran Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 14 September 2018. Setelah melaksanakan salat Jumat, Sandiaga Uno bersama Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak membantu menyajikan prasmanan makan siang untuk kaum <i>dhuafa</i>. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Calon wakil presiden Sandiaga Uno (kedua kiri) bersiap-siap membagikan lauk untuk kaum dhuafa di pelataran Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 14 September 2018. Setelah melaksanakan salat Jumat, Sandiaga Uno bersama Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak membantu menyajikan prasmanan makan siang untuk kaum dhuafa. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pro-kontra penyebutan ulama untuk calon wakil presiden Sandiaga Uno mencuat karena isu politik. "Dilihat dari sisi pengetahuan, wawasan, ya enggak ada masalah. Kalau dibawa ke ranah politik ya jadi repot," ujar Dahnil saat dihubungi Tempo pada Rabu, 19 September 2018.

    Baca juga: Ragam Tanggapan Soal Sebutan Ulama untuk Sandiaga Uno

    Dahnil menilai, sebutan ulama akan dimaknai salah kalau tidak dibawa ke ranah diskursus. Apalagi ditunggangi unsur politik dan menyebabkan bias. Sebab, menurut dia, ulama memiliki makna yang luas.

    Ia tak menampik sebutan ulama di Indonesia merujuk pada guru besar agama. Gampangnya, seseorang yang memiliki pesantren atau moncer dengan ilmu-ilmu Islam. Namun, diselusur dari terminologi bahasa Arab, ulama tak cuma dinyatakan untuk orang-orang yang paripurna keimanannya. Tapi juga fasih keilmuannya di bidang khusus.

    Ia mencontohkan, ditilik dari makna leksikal atau makna kamusnya, orang-orang ahli di bidang penulisan, teknologi, juga layak disebut ulama. Asal, ujar dia, mereka memiliki etika dan akhlak yang baik. Inilah yang disebut sebagai alim.

    "Dalam sudut pandang Hidayat Nur Wahid, ulama yang disematkan untuk Sandiaga Uno ialah ulama yang berarti seseorang yang memiliki ilmu tinggi di bidang tertentu," katanya. Itulah definisi ulama secara luas.

    Baca juga: Sandiaga Uno Disebut Ulama, Ma'ruf Amin: Tanya Sama yang Bilang

    Dari sisi bahasa, seharusnya menurut dia, pelabelan ulama untuk Sandiaga Uno bukan masalah. Asalkan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu terbukti layak secara kemampuan dan perbuatan.

    Kendati menimbulkan perdebatan, isu pelabelan ulama ini dianggap baik dan positif. Sebab, berperan memunculkan diskusi-diskusi. "Yang penting, tidak dilihat dari sisi politik dulu," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.