Sandiaga Uno Disebut Ulama, PSI: Menggelikan dan Menyebalkan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • M. Guntur Romli (ketiga kiri). TEMPO/ Amston Probel

    M. Guntur Romli (ketiga kiri). TEMPO/ Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia atau PSI, Mohamad Guntur Romli, mengatakan koalisi di kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno hanya mempermainkan ulama. Menurut dia, hal ini menggelikan sekaligus menyebalkan.

    Baca juga: Ijtima Ulama 2, Begini Kata Sandiaga Soal Janji Pulangkan Rizieq

    "9 Agustus, Presiden PKS (Partai Keadilan Sejahtera) menyebut Sandiaga Uno santri post-islamisme. Kini tokoh PKS, Hidayat Nur Wahid, sudah mengangkat Sandiaga Uno jadi ulama. Ini menggelikan dan menyebalkan," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 18 September 2018.

    Guntur juga menyinggung hasil Ijtima Ulama I, yang mendesak Prabowo memilih calon wakil presiden dari kalangan ulama. Desakan tersebut hasilnya direvisi dalam hasil Ijtima Ulama 2. Hal ini, kata Guntur, menunjukkan koalisi Prabowo hanya mempermainkan ulama.

    Guntur menambahkan, ulama yang asli hanya ada di pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Menurut Guntur, Ma'ruf jelas ulama asli karena pernah menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia dan Rais Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, yang didukung ulama betulan.

    "Bukan ulama jadi-jadian seperti Yusuf Martak, pengusaha real estate dan jasa umrah yang tiba-tiba jadi ulama menjelang pilpres (pemilihan presiden). Ini lucu sekali," ucapnya.

    Baca juga: Prabowo Tandatangani Pakta Integritas Ijtima Ulama II, Ini Isinya

    Sebelumnya, Hidayat Nur Wahid mengungkapkan Sandiaga Uno bisa disebut sebagai ulama. Hidayat mantap mengakui mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu memiliki banyak keahlian. Sandiaga diakui ahli di bidang ekonomi, bisnis, dan relasi. Karena itu, kata Hidayat, Sandiaga layak disebut ulama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.